Gorontalopost, JAKARTA –Emiten baru di bursa, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), kian mencuri perhatian investor.
Pasalnya, perseroan yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ini, segera memasuki fase produksi emas komersial pada kuartal I/2026.
Baca Juga: Kopi Gorontalo Kian Mendunia, UMKM Hadirkan Inovasi Baru di Pameran UMKM 2025
Saat ini EMAS tengah mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dengan cadangan mencapai 7 juta ons emas.
Proyek tersebut dirancang berbiaya rendah, berumur panjang, dan ditargetkan mencapai produksi puncak 500 ribu ons per tahun.
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia, prospek EMAS akan banyak ditopang oleh kinerja Pani yang diprediksi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik.
“Dengan cadangan hampir 7 juta oz, Pani berpotensi melambungkan EMAS sebagai pemain besar di kawasan Asia Pasifik,” ujar Liza, kemarin.
Dijelaskan, Proyek Pani menargetkan kapasitas 145 ribu oz per tahun dengan cash cost US$800/oz dan AISC US$990/oz.
Saat ini, kapasitas baru berada di 115 ribu oz per tahun dengan biaya lebih tinggi, yakni cash cost US$1.017/oz dan AISC US$1.337/oz.
Baca Juga: Muktamar PPP Ricuh, Dua Kubu Saling Klaim Ketua Umum, Agus Suparmanto vs Mardiono
Dengan asumsi utilisasi 90%, produksi Pani bisa tembus 130 ribu oz, sehingga total produksi emas MDKA tahun depan berpotensi mencapai 235 ribu oz.
Pendapatan segmen emas MDKA pada 2026 juga diproyeksikan melonjak menjadi US$533 juta, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya US$261 juta.
“Meski EMAS berdiri sendiri, tetap terkonsolidasi dengan MDKA. Artinya, kontribusinya akan langsung terasa terhadap kinerja keuangan induk setelah beroperasi,” jelas Liza.
Berdasarkan laporan manajemen, hingga akhir Juni 2025 progres pembangunan Proyek Pani telah mencapai 67%.
Seluruh rekayasa detail dan pengadaan telah rampung, sementara kontraktor kini fokus pada pemasangan infrastruktur pengolahan dan kelistrikan.(JP/Mg-02).
Editor : Azis Manansang