Gorontalopost, GORONTALO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah muncul dugaan kasus keracunan massal di SMK Tridarma, Kota Gorontalo.
Sebanyak 11 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu dari program pemerintah tersebut pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Dihimpun dari sejumla sumber, Insiden ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat sekolah.
Kepala Sekolah SMK Tridarma, Nurfajriyati Massa, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia mengungkapkan, dari 11 siswa yang terdampak, empat sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Satu siswa masih menjalani rawat inap, sementara enam lainnya ditangani langsung oleh tim medis Puskesmas di lingkungan sekolah.
“Kondisi mereka kini berangsur membaik. Kami terus memantau perkembangan kesehatannya,” ujarnya, dikutif Kamis (9/10/2025).
Nurfajriyati menjelaskan, menu yang disajikan pada hari kejadian merupakan hidangan rutin dalam program MBG, terdiri dari nasi, lauk ikan, sayur, tahu, dan buah pisang.
Tidak ada yang tampak mencurigakan secara kasat mata.
Namun, beberapa jam setelah makan siang, sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, dan sakit perut hingga akhirnya dilarikan untuk mendapat penanganan medis.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo langsung bergerak cepat dengan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.
Baca Juga: Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Gorontalo Jadi Role Model Kesetaraan Gender di Indonesia Timur
Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi penentu apakah benar keracunan disebabkan oleh konsumsi makanan dari program MBG atau faktor lain di luar itu.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya,” jelas Nurfajriyati.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi peringatan bagi pelaksana program MBG agar lebih ketat dalam mengawasi proses pengolahan dan distribusi makanan di sekolah.
Meski kondisi para siswa kini mulai membaik, masyarakat berharap hasil investigasi segera diumumkan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan mulia, namun insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih serius di lapangan.(Mg-03/Mail).
Editor : Azis Manansang