Gorontalopost, GORONTALO – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (30/10/2025) malam.
Seorang mahasiswi bernama Cindrawati Rahman (21), warga Desa Dulupi, Kabupaten Boalemo, tewas mengenaskan setelah motor yang dikendarainya tertabrak dan tergilas truk kontainer bermuatan jagung.
Baca Juga: Golkar Desak Pemkab Boalemo Tegas Soal Sengketa Lahan Industri PT Pabrik Gula Tolangohula
Lokasi kejadian berada di dekat Dealer Honda Nusantara Sakti dan sebuah toko bangunan yang ramai dilalui kendaraan berat.
Cindrawati, yang akrab disapa Cindra, merupakan mahasiswa aktif semester tujuh di jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Malam itu, ia mengendarai motor Yamaha Mio putih bernomor polisi DM 3234 JA.
Nahas, perjalanan pulangnya berubah menjadi tragedi setelah dirinya terjatuh dan terlindas truk yang melaju di belakangnya.
Insiden itu sontak mengundang duka dan perhatian luas masyarakat Gorontalo.
Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, baik motor yang dikendarai Cindra maupun truk kontainer sama-sama melaju dari arah barat menuju timur, menuju pintu masuk Kota Gorontalo.
“Diduga korban kehilangan keseimbangan karena roda motornya terpeleset di jalan yang tertimbun batu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Setelah terjatuh, truk yang berada di belakangnya langsung melindas tubuh korban tanpa sempat mengerem.
Yang lebih memilukan, sopir truk kontainer disebut tidak menyadari bahwa kendaraannya telah melindas seseorang.
Ia baru berhenti setelah diteriaki dan dihentikan oleh pengendara lain beberapa meter dari tempat kejadian.
Sementara di lokasi, warga hanya bisa terpaku melihat tubuh korban yang sudah tak bernyawa.
Kini, area tersebut ditandai dengan sebuah pot bunga oleh warga sebagai tanda duka atas peristiwa tragis itu.
Warga sekitar menilai, kondisi jalan di lokasi kecelakaan turut menjadi faktor penyebab.
Material tanah dan batuan yang menimbun sebagian badan jalan membuat pengendara sulit menjaga keseimbangan.
“Jalannya sudah lama rusak dan tertutup timbunan, nyaris setengah badan jalan,” tutur warga lainnya.
Mereka pun berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan agar tragedi serupa tak terulang kembali.(hen).
Editor : Azis Manansang