Gorontalopost, GORONTALO — Suasana di Jalan MT Haryono, Kamis (13/11/2025), berubah menjadi lautan manusia.
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama masyarakat turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bank Sulut Gorontalo (BSG).
Aksi besar-besaran ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi sejumlah pejabat struktural dan kepala OPD yang berdiri di barisan terdepan.
Gelombang massa datang dari berbagai instansi pemerintahan.
Mereka bersatu menyuarakan satu hal: transparansi pengelolaan dana dan aset Pemerintah Kota Gorontalo yang dikelola oleh Bank SulutGo.
“Kami tidak mencari gaduh, kami hanya ingin kejelasan soal uang rakyat dan aset Pemkot yang selama ini dikelola bank,” seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Dalam aksinya, para ASN mengajukan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Bank SulutGo segera menghentikan penggunaan aset milik Pemerintah Kota Gorontalo yang selama ini dijadikan fasilitas operasional.
Kedua, mereka meminta pengembalian penyertaan modal sebesar Rp 35 miliar yang dianggap lebih layak dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Tuntutan ketiga menyentuh isu yang paling dekat dengan para ASN, suku bunga pinjaman.
Mereka menilai bunga kredit di Bank SulutGo tidak manusiawi dan mencekik.
Baca Juga: KPK Turun Gunung Telusuri Kebun Sawit Gorontalo dan Dengar Langsung Curhat Petani Plasma
“Rasanya seperti terjerat leasing, bukan pinjaman dari bank daerah,” keluh seorang ASN yang ikut berdemo sambil mengangkat poster bertuliskan “Bunga Ringan, ASN Tenang.”
Aksi yang berlangsung tertib ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Meski massa memenuhi area sekitar kantor bank dan halaman Kantor Wali Kota, situasi tetap terkendali tanpa bentrokan.
Pihak manajemen Bank SulutGo dalam pernyataan resmi, menyatakan akan membawa aspirasi ini ke Dewan Direksi.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang