Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Nama Wagub Hilang di Medali GHM 2025, Golkar Ingatkan Koalisi Bisa Retak

Azis Manansang • Jumat, 21 November 2025 | 14:23 WIB

 

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun.(F:dok)
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun.(F:dok)

Gorontalopost, GORONTALO - Kontroversi desain medali Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 terus melebar.

Hilangnya nama Wakil Gubernur Idah Syahidah dari medali yang hanya memuat nama Gubernur Gusnar Ismail, dinilai sejumlah pihak bukan sekadar masalah teknis.

Baca Juga: Penggerebekan Jam 3 Pagi Polres Pohuwato Sita Excavator dan Ciduk Pelaku PETI di Buntulia

Di balik desain sederhana itu, isu kesetaraan kepemimpinan ikut dipertanyakan publik.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menilai persoalan ini tampak kecil tetapi memiliki bobot politik besar.

Menurutnya, detail seperti pencantuman nama pada simbol resmi pemerintah bisa berdampak pada dinamika koalisi yang mengusung pasangan Gusnar–Idah di Pilgub 2024.


“Sebuah tanda politik punya makna, dan jika tidak hati-hati, ia bisa menimbulkan tafsir yang tak perlu,” ujar Ghalieb.

Ia pun menuding Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Danial Ibrahim, sebagai sosok yang ceroboh dalam membaca semiotika komunikasi politik.

Ghalieb menilai, desain yang dipilih memberi kesan seolah Gubernur berjalan sendirian tanpa wakil.

“Maknanya bisa diasumsikan macam-macam oleh publik. Dan itu berbahaya di tengah komitmen koalisi,” ucapnya.

Meski begitu, Ghalieb memastikan hubungan Gusnar–Idah tetap solid.

Ia menegaskan bahwa koalisi Golkar, Gerindra, dan Demokrat sejak awal merancang pasangan ini sebagai satu paket kepemimpinan.

Baca Juga: Kasus HIV Remaja Meledak di Gorontalo, Wagub Idah Ingatkan “Jangan Diam Saat Anak Mulai Menyimpang

“Kami sepakat, keduanya memimpin secara kolektif. Tidak ada yang berjalan solo,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa fondasi koalisi dibangun untuk memberi stabilitas politik hingga 2029.

Karena itu, setiap kesalahan dalam simbol maupun komunikasi pemerintahan harus segera diperbaiki agar tak menimbulkan kegaduhan baru.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Koalisi #medali #Golkar #polemik #GHM #Gorontalo Half Marathon