Gorontalopost, PAGUYAMAN - Duka menyelimuti Desa Sosial, Paguyaman, ketika seorang pelajar SMP berusia 13 tahun meregang nyawa di saluran irigasi Linggoboto.
Insiden yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 siang itu menjadi pukulan bagi keluarga dan warga setempat.
Yang semula hanya aktivitas mandi biasa di sore hari, berubah menjadi tragedi yang menyisakan isak tangis
dan pelajaran mahal tentang risiko bermain di aliran air tanpa
pengawasan.
Dihimpun dari sejumlah sumber, awal kejadiannya, korban Abd Rahman Pengo,
mandi bersama dua temannya, Reynaldy Husain dan Moh. Arfan Dehi, sejak pukul 13.30 WITA.
Suasana awalnya penuh canda khas anak seusia mereka. Namun, hujan deras di hulu mendadak mengubah karakter irigasi.
Debit air melonjak, arus berubah liar, dan dalam hitungan menit, saluran yang tenang menjelma pusaran yang menakutkan.
Dua bocah itu berhasil meraih tepi saluran dan selamat. Sementara Rahman kalah cepat oleh derasnya arus.
Babinsa Koramil 02/Paguyaman, Praka Ridwan, langsung merespons laporan warga.
Baca Juga: Tim Pandawa Ringkus Dua Pemuda Usai Tikam Warga di Depot BBM, Gorontalo
Ia memimpin pencarian bersama masyarakat, menyusuri irigasi meter demi meter.
Pada pukul 14.45 WITA, Rahman ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, hanyut sejauhratusan meter dari titik awal.
Jenazahnya dibawa ke RS Iwan Bokings, lalu diserahkan kepada keluarga di rumah duka. (Mg-07)
Editor : Azis Manansang