Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Hadapi Ancaman Siber, AS dan Indonesia Sepakat Pererat Kerja Sama Strategis

Tanya Rompas • Kamis, 29 Januari 2026 | 07:21 WIB
Wakil Asmenlu AS Bidang Bantuan Keamanan Kawasan, dan Diplomasi Publik di Biro Asia Timur dan Pasifik Robert Koepcke berdiskusi dengan Wamenlu Arif Havas Oegroseno dan KUAI Peter Haymond.
Wakil Asmenlu AS Bidang Bantuan Keamanan Kawasan, dan Diplomasi Publik di Biro Asia Timur dan Pasifik Robert Koepcke berdiskusi dengan Wamenlu Arif Havas Oegroseno dan KUAI Peter Haymond.

GORONTALOPOST– Amerika Serikat dan Indonesia menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat keamanan siber dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui Diskusi Kebijakan Ruang Siber yang telah rampung dilaksanakan hari ini. Kegiatan ini mempertemukan pejabat senior, pakar teknis, serta perwakilan dari kedua negara.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS bidang Bantuan Keamanan Kawasan dan Diplomasi Publik di Biro Asia Timur dan Pasifik, Robert Koepcke. Ia menekankan pentingnya kerja sama strategis AS–Indonesia dalam penguatan kebijakan siber, penanganan penipuan daring, serta pemberantasan kejahatan siber lintas negara.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond, mengatakan ancaman penipuan daring, ransomware, dan serangan siber berdampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian.
“Bersama, kita bisa membangun benteng pertahanan melawan penjahat siber untuk melindungi warga negara dan kemakmuran ekonomi kita,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Amerika Serikat juga mengumumkan tambahan bantuan bagi Indonesia sehingga total dukungan kini mencapai 10 juta dolar AS. Bantuan ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman Keamanan Siber bilateral serta Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.

Program kerja sama mencakup pelatihan oleh para ahli perusahaan keamanan siber Amerika untuk meningkatkan kapasitas pemerintah Indonesia dalam menghadapi serangan siber. Selain itu, penguatan pertahanan siber diarahkan untuk melindungi infrastruktur vital nasional dan menjaga kelancaran rantai pasok perdagangan global.

Kerja sama penegakan hukum bilateral juga akan ditingkatkan guna mencegah kejahatan siber terorganisasi lintas negara yang semakin marak melakukan penipuan. Di tingkat kawasan, kolaborasi dengan negara-negara Asia Tenggara diharapkan mampu memperkuat kapabilitas siber regional demi terwujudnya Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan makmur.

Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan dialog dengan Indonesia guna memperkuat kerja sama keamanan siber ke depan.(***)

Editor : Tanya Rompas