Gorontalopost, KOTA BARAT – Reses masa persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Wakil Ketua III DPRD Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda,
di Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, berlangsung berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Wings Air Buka Rute Manado–Gorontalo dan Manado–Luwuk Jelang Lebaran 2026, Mudik Kini Lebih Cepat
Forum tatap muka itu bukan hanya menjadi ajang menyerap aspirasi, tetapi juga ruang evaluasi terbuka terhadap kinerja wakil rakyat.
Di hadapan masyarakat, politisi Partai Gerindra tersebut secara lugas meminta warga tidak segan melontarkan kritik tajam
atas perannya sebagai legislator, termasuk kapasitasnya sebagai pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo.
Ia menilai, menyampaikan capaian saja tidak cukup tanpa ada kontrol publik.
Menurutnya, kritik dari masyarakat justru dibutuhkan sebagai bahan refleksi sekaligus pengingat
agar kebijakan yang diperjuangkan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Sulyanto juga menekankan bahwa posisinya sebagai Wakil Ketua III DPRD membuat tanggung jawab politik dan moralnya semakin besar.
Karena itu, ruang dialog yang jujur dinilai penting agar dirinya tidak terlepas dari realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Dalam pertemuan tersebut, warga Buladu dan sekitarnya memanfaatkan kesempatan
untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan sekaligus catatan evaluatif.
Sejumlah warga menyoroti lambannya tindak lanjut aspirasi, ketimpangan pembangunan,
hingga kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah.
Masyarakat juga berharap kegiatan reses tidak berhenti pada tahap pendataan semata, melainkan benar-benar dikawal hingga masuk dalam pembahasan program dan penganggaran di tingkat provinsi.
Menanggapi masukan tersebut, Sulyanto memastikan seluruh kritik dan aspirasi warga akan dijadikan bahan evaluasi kinerja
serta landasan dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi sesuai kewenangan DPRD, agar hasil reses tidak hanya menjadi catatan,
tetapi benar-benar bermuara pada program pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.(Mg-03).
Editor : Azis Manansang