Gorontalopost, GORONTALO – Para penambang emas di berbagai wilayah Gorontalo
kini menghadapi situasi sulit setelah sebagian besar pembeli emas menghentikan aktivitasnya.
Baca Juga: Jagung Tetap Jadi Andalan Ekonomi, Pemkab Gorontalo Gelar Tanam Raya Bersama Polri
Kondisi ini terjadi setelah adanya operasi kepolisian yang menangkap sejumlah pembeli emas di sejumlah daerah.
Akibatnya, transaksi jual beli emas yang biasanya berlangsung setiap hari kini nyaris terhenti.
Banyak toko emas yang memilih menutup usahanya sementara waktu
sehingga para penambang tidak memiliki tempat untuk menjual hasil tambang mereka.
Seorang penambang asal Pohuwato, Iwan, mengaku sudah berkeliling sejak pagi
untuk menjual emas yang ia dapatkan dari aktivitas menambang.
Namun hingga kini tidak ada satu pun pembeli yang bersedia menerima emas tersebut.
Ia menjelaskan bahwa biasanya hasil tambang bisa langsung dijual kepada langganan atau toko emas setempat.
Namun beberapa hari terakhir situasinya berubah drastis karena semua tempat transaksi terlihat tutup dan tidak ada aktivitas perdagangan.
Baca Juga: Momentum Ramadan, Sekda Gorontalo Dorong Pramuka Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Pemuda
Para penambang berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten segera memberikan perhatian terhadap kondisi ini.
Mereka khawatir jika tidak ada solusi cepat, perekonomian masyarakat penambang akan terganggu,
terlebih menjelang Idulfitri yang biasanya membutuhkan pengeluaran lebih besar untuk kebutuhan keluarga.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang