Gorontalopost, GORONTALO – Direktur Rumah Sakit Toto Kabila, dr. Thaib Saleh, menanggapi santai namun dengan mimik serius atas berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepadanya,
termasuk desakan agar dirinya mundur dari jabatan yang baru sebulan ia emban.
Baca Juga: Komisi II DPRD Gorontalo Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Distribusi Ekonomi Daerah
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses perubahan dalam upaya memperbaiki pelayanan rumah sakit.
Ia menilai kritik yang muncul justru menjadi indikator bahwa upaya pembenahan yang dilakukan sedang berjalan.
Baginya, perubahan sering kali memunculkan ketidaknyamanan,
terutama ketika kebijakan baru mulai menyentuh kebiasaan lama yang telah berlangsung cukup lama.
Thaib menegaskan bahwa setiap langkah perbaikan memang hampir selalu diikuti reaksi dari berbagai pihak.
Namun ia memilih memandang kritik sebagai masukan yang harus didengar
dan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tidak boleh berhenti hanya karena adanya tekanan atau penolakan.
Baca Juga: Bapenda Gorontalo Siapkan Inovasi Samsat dan Digitalisasi Data untuk Dongkrak PAD
Ia percaya setiap perubahan besar selalu melalui fase yang tidak mudah sebelum akhirnya membawa hasil yang lebih baik.
Sebelumnya, kritik terhadap manajemen rumah sakit disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango,
Faisal Mohi, yang menyoroti persoalan teknis terkait standar kenyamanan dan kelayakan pasien.
Kritik juga datang dari Deno Djarai yang bahkan meminta direktur tersebut mundur,
meski sebagian warga menilai desakan tersebut terlalu dini karena Thaib baru menjabat sekitar satu bulan. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang