Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mencengangkan Jumlah Anak Tidak Sekolah di Gorontalo Mencapai 25.501 Orang

Priska Watung • Jumat, 17 April 2026 | 21:41 WIB
gubernur gorontalo saat rapat
gubernur gorontalo saat rapat

Gorontalo Post - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara tegas meminta Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membangun kolaborasi erat dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota. Permintaan ini disampaikan dalam rapat konsolidasi yang berlangsung di aula BPMP Provinsi Gorontalo pada Jumat (17/4/2026).

Gubernur Gusnar menekankan bahwa berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi di Gorontalo tidak dapat diselesaikan secara parsial atau sendiri-sendiri. Ia menegaskan pentingnya pendekatan terpadu yang membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan lintas instansi untuk mencapai hasil yang optimal.

Dalam pertemuan tersebut, hadir tiga UPT Kemendikdasmen yang beroperasi di Gorontalo, yaitu Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK), serta Kantor Bahasa (KB). Rapat konsolidasi ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan sejumlah pejabat pemerintah provinsi.

Menurut Gubernur Gusnar, meskipun terdapat perbedaan urusan antara kementerian pusat dan pemerintah daerah, objek pembangunan yang menjadi sasaran tetaplah sama, yakni masyarakat Gorontalo. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi krusial agar semua pihak dapat saling mengisi dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama.

“Meskipun kita berbeda-beda urusan, tetapi ketika kita mengimplementasikan program maka wajib kita berkoordinasi. Di sinilah mengapa kami menjadikan instansi pusat di daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh masyarakat Gorontalo,” ujar Gusnar, dikutip dari Portal Berita Provinsi Gorontalo.

Ia memberikan contoh konkret mengenai masalah mutu dan kualitas guru yang dinilainya masih belum merata di antara sekolah-sekolah yang ada di Gorontalo. Kesenjangan ini menjadi salah satu fokus yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan kolaboratif.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Gorontalo yang pada tahun 2025 mencapai angka signifikan, yakni 25.501 orang. Angka ini menunjukkan tantangan besar dalam upaya pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Meski demikian, Gusnar menekankan bahwa yang terpenting adalah koordinasi yang baik untuk memastikan data akurat dan penanganan yang tepat. “Agar supaya data itu akurat, maka BPMP saling berkoordinasi dengan Dikbud dan Kantor Catatan Sipil. Itu adalah data yang presisi menurut statistika. Tapi okelah, kita tidak mempermasalahkan jumlah tapi koordinasi yang perlu,” pintanya.

Dengan adanya koordinasi yang solid, diharapkan BPMP, Dinas Pendidikan Provinsi, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dapat mengambil peran masing-masing secara efektif. Konsep “keroyokan bersama” diusung untuk menyelesaikan satu masalah pendidikan secara kolektif dan terstruktur.

Pertemuan penting ini juga dimanfaatkan Gubernur Gusnar untuk menyosialisasikan rencana pembangunan Gorontalo Islamic Centre. Ia berharap seluruh pegawai yang hadir dapat ikut berdonasi dan berkontribusi agar Masjid Raya tersebut dapat segera terwujud sebagai pusat keagamaan dan kebudayaan.

Sebagai penutup dari rapat konsolidasi, acara diwarnai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Gorontalo. Ini menjadi simbol kuat kesepakatan untuk bergerak bersama.

Pimpinan dari ketiga UPT Kemendikdasmen, yakni Kepala BPMP Provinsi Gorontalo Rudi Syaifullah, Kepala KGTK Hamzah Hippy, dan Kepala Kantor Bahasa Zamzam Hariro, turut membubuhkan tanda tangan. Mereka didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah provinsi, menegaskan komitmen kolektif ini.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo di masa mendatang.

Sumber: Portal Berita Provinsi Gorontalo

Editor : Priska Watung
#Pendidikan Gorontalo #UPT Kemendikdasmen #Kolaborasi Pendidikan #Gubernur Gorontalo #Gusnar Ismail