Gorontalopost, LIMBOTO – Gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan 2026 di Kabupaten Gorontalo menjadi momentum penting bagi Perum Bulog
untuk menegaskan langkah besar dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton beras petani sepanjang tahun 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam forum Temu Wicara PENAS XVII, Ahmad Rizal menjelaskan bahwa Bulog tidak hanya fokus menyerap hasil panen petani,
tetapi juga memastikan stok pangan nasional tetap aman melalui pengelolaan logistik yang modern dan terintegrasi.
“Bulog menargetkan penyerapan hingga 4 juta ton beras dari petani dalam negeri. Untuk mendukung hal tersebut,
kami juga menyiapkan kapasitas pergudangan hingga 7 juta ton yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Kapasitas gudang yang besar tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, terutama saat menghadapi fluktuasi produksi maupun kebutuhan masyarakat.
Bulog juga terus mengoptimalkan fungsi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai instrumen strategis
untuk menghadapi keadaan darurat, membantu penyaluran bantuan pangan, serta menjaga stabilitas harga di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog secara aktif melakukan intervensi pasar
guna memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Tak kalah penting, perusahaan tersebut kini semakin memperkuat kemitraan dengan kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha pangan lokal.
Pemanfaatan teknologi digital dalam sistem logistik juga terus dikembangkan untuk mempercepat distribusi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan stok.
Ahmad Rizal menilai capaian Indonesia yang kini semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik
merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama petani dan nelayan yang selama ini menjadi pilar utama sektor pangan.
“Kita sudah tidak lagi mengimpor pangan. Bulog hadir untuk menjaga harga pangan yang beredar di masyarakat.
Semua keberhasilan ini tidak lepas dari peran petani dan nelayan Indonesia,” pungkasnya.
Dengan target serapan yang besar dan dukungan infrastruktur yang memadai, Bulog optimistis
mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani Indonesia.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang