Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ratusan Juta Rupiah Berputar di Arena PENAS XVII, UMKM Gorontalo Panen Omzet dari Ribuan Pengunjung

Azis Manansang • Senin, 22 Juni 2026 | 10:34 WIB

 

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang turun langsung meninjau sejumlah lokasi usaha bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus, (F:DKmfo)
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang turun langsung meninjau sejumlah lokasi usaha bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus, (F:DKmfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 bukan hanya menjadi pesta besar sektor pertanian dan perikanan nasional. 

Di balik ramainya kegiatan tersebut, para pelaku UMKM Gorontalo turut merasakan berkah ekonomi dengan nilai transaksi yang telah menembus Rp290,8 juta hanya dalam beberapa hari.

Meningkatnya jumlah pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan masyarakat. 

Berbagai lokasi usaha mulai dari coffee corner, food court, kampung kuliner hingga tenant UMKM dipadati pembeli sejak rangkaian kegiatan dimulai.

Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala nasional mampu menghadirkan efek berganda bagi perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang turun langsung meninjau sejumlah lokasi usaha bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus, 

mengaku optimistis dampak ekonomi PENAS akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir.

"Peningkatan omzet yang melonjak ini menjadi bukti nyata bahwa ajang nasional seperti PENAS mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang efektif. 

Produk lokal Gorontalo tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas melalui jejaring yang terbentuk selama PENAS XVII," ungkap Sofyan.

Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Dengan lonjakan pendapatan ini, diharapkan sektor UMKM dapat tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi daerah," ujarnya.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa transaksi terbesar berasal dari kawasan pedagang kecil di sekitar Masjid Agung dan Taman Budaya yang mencapai Rp 65.350.000.

Selain itu, kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati mencatat transaksi Rp 55.843.000, sementara tenant di taman depan Rumah Dinas Bupati menghasilkan Rp 54.355.000.

Food Court Taman Depan Rumah Dinas Bupati juga menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi dengan transaksi mencapai Rp 32.400.000. 

Kampung Kuliner mencatat Rp 24.350.000, sedangkan puluhan lapak kopi yang tersebar di sejumlah lokasi turut menyumbang nilai transaksi yang signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, mengatakan total transaksi yang tercatat hingga saat ini mencapai Rp 290.822.500.

"Kami terus melakukan pendataan transaksi harian selama pelaksanaan PENAS XVII. 

Data ini akan diperbarui setiap hari sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk mengukur kontribusi kegiatan berskala nasional terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gorontalo," jelasnya.

Dengan masih berlangsungnya PENAS XVII hingga 25 Juni mendatang, nilai transaksi diperkirakan akan terus meningkat. 

Pemerintah daerah pun berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Gorontalo.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
#transaksi #Penas KTNA #omzet #UMKM #Sofyan Puhi