GORONTALOPOST-Masyarakat berpeluang menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang lebih terjangkau mulai awal Juli 2026. Hal itu menyusul dorongan dari Komisaris Utama Mochamad Iriawan kepada jajaran direksi PT Pertamina (Persero) agar segera menyiapkan langkah penyesuaian harga seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia.
Iriawan mengatakan, dewan komisaris meminta manajemen Pertamina segera mengkaji peluang penurunan harga BBM nonsubsidi setelah harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan kecenderungan melemah. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan agar masyarakat dapat merasakan dampak positif dari kondisi pasar energi internasional.
"Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi dan manajemen untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang sudah mulai turun," ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 71,533 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan Brentdiperdagangkan di level 74,835 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak tersebut dinilai membuka ruang bagi evaluasi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Meski demikian, Iriawan menegaskan keputusan penyesuaian harga belum dapat dilakukan secara instan. Pertamina akan lebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membahas mekanisme serta besaran penurunan harga yang memungkinkan diterapkan.
Ia menjelaskan, evaluasi harga BBM dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan harga minyak pada periode sebelumnya. Mekanisme tersebut diterapkan agar harga BBM tidak berubah-ubah mengikuti fluktuasi harian minyak dunia yang cenderung sangat dinamis.
"Ada prosedurnya, karena minyak yang sekarang ini merupakan proses dari harga bulan sebelumnya. Kalau memang harga minyak sudah turun dalam beberapa hari terakhir, tentu akan kami sesuaikan pada waktunya," jelasnya.
Sebagai gambaran, per 10 Juni 2026 Pertamina sempat menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) meningkat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax Turbo (RON 98) masih bertahan di Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) sebesar Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.
Iriawan berharap tren pelemahan harga minyak dunia dapat terus berlanjut sehingga memberikan ruang bagi Pertamina untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi sesuai harapan masyarakat.
"Besaran penurunannya nanti akan kami lihat ke depan. Mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat," tutupnya.(antara)
Editor : Nur Fadilah