Gorontalopost, JAKARTA – Pertemuan para gubernur dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjadi momentum penting bagi Provinsi Gorontalo.
Dilanir Pemprov, dalam forum tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail tampil mempresentasikan sebuah terobosan yang berhasil menarik perhatian pemerintah pusat.
Baca Juga: Polres Pohuwato Limpahkan Tersangka Kasus BBM Subsidi Diduga untuk Tambang Ilegal ke Kejari
Di hadapan para gubernur, Gusnar menjelaskan skema kolaborasi antara Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) milik Kementerian PKP
dengan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kementerian ATR/BPN.
Melalui integrasi dua program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan pembangunan atau perbaikan rumah,
tetapi juga mendapatkan sertifikat tanah secara gratis sebagai bentuk kepastian hukum atas aset yang dimiliki.
Gagasan itu mendapat sambutan positif dari Menteri PKP Maruarar Sirait.
Ia menilai pendekatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo merupakan contoh nyata sinergi lintas kementerian yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Menurut Maruarar, konsep tersebut sangat relevan dengan program nasional bedah rumah yang saat ini
menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dengan target 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik baik yang dipaparkan Gusnar Ismail,
Kementerian PKP memberikan tambahan kuota program BSPS untuk Gorontalo.
Baca Juga: Usai Deflasi Mei, Inflasi Gorontalo Melonjak 2,11 Persen pada Juni 2026, BPS Minta Tetap Waspada
Jika sebelumnya Gorontalo memperoleh alokasi sebanyak 4.066 unit rumah, kini jumlah tersebut bertambah 2.000 unit sehingga total bantuan yang diterima mencapai 6.066 unit rumah.
Tambahan kuota ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Gorontalo, terutama keluarga yang masih menempati rumah tidak layak huni
dan membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang