Gorontalopost, GORONTALO – Menjelang partai final Piala Dunia FIFA 2026 antara
Argentina dan Spanyol,
warganet Gorontalo dihebohkan dengan beredarnya surat yang mengatasnamakan
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Isi surat tersebut menyebutkan adanya libur khusus bagi ASN pada Senin, 20 Juli 2026.
Dokumen yang tersebar di berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp itu
mengklaim bahwa kebijakan tersebut diambil
Baca Juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu Bisa Bernapas Lega, Bupati Sofyan Puhi Pastikan Tak Ada Perumahan Pegawai
sebagai bentuk respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan
pertandingan final sepak bola terbesar di dunia.
Tak butuh waktu lama, surat tersebut langsung menuai beragam reaksi. Sebagian
masyarakat sempat mempercayainya,
namun tidak sedikit yang mempertanyakan keaslian dokumen karena tidak pernah
diumumkan melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Upaya konfirmasi kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail belum membuahkan hasil.
Hingga informasi tersebut ramai diperbincangkan, belum ada tanggapan resmi yang disampaikan gubernur terkait surat yang beredar.
Di sisi lain, sejumlah ASN mulai memberikan klarifikasi secara informal di media sosial.
Mereka menilai surat tersebut memiliki banyak kejanggalan dan tidak sesuai dengan format surat resmi yang biasa diterbitkan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
"Karena nama dan tanda Pak Gubernur bukan seperti," ungkap salah satu ASN saat
menanggapi status di facebook.
Baca Juga: Terlantar Warga Asal Semarang Jateng, Raihan Wibowo Dipulangkan Pemprov Gorontalo
Penelusuran lebih lanjut bahkan mengarah pada dugaan bahwa dokumen tersebut
merupakan hasil salin-tempel dari surat daerah lain yang kemudian diubah dan disebarkan ulang.
"Untuk SK apakah itu pakai logo Pemprov, Ini benar Copas dari suratnya Gubernur
Papua," ujar Ramli Tahir meluruskan.
Berdasarkan informasi yang berkembang, surat edaran yang menyebut ASN Gorontalo diliburkan untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 dipastikan merupakan informasi palsu.
Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan tidak mudah mempercayai dokumen yang belum terverifikasi kebenarannya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang