Fitriyanto Rajak Dicopot Sementara dari Direktur RSUD Hasri Ainun Habibie, Jeane Istanti Dalie Dit

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:57 WIB

 

Penyerahan surat penunjukan Jeane sebagai Plh dilakukan Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa.(F:Dinkes)
Penyerahan surat penunjukan Jeane sebagai Plh dilakukan Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa.(F:Dinkes)

Gorontalopost, GORONTALO – Kursi Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie kini untuk  sementara diisi Pelaksana Harian (Plh). 

Jeane Istanti Dalie dipercaya menjalankan tugas tersebut setelah Fitriyanto Rajak 
dibebastugaskan dari jabatan dan tanggung jawab sebagai direktur.

Penyerahan surat penunjukan Jeane sebagai Plh dilakukan Kepala Dinkes P2KB Provinsi  Gorontalo, Anang S. Otoluwa, Kamis (17/9/2026). 

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Tilamuta, Rum Pagau Turun Tangan dan Benahi Rekomendasi Pembelian

Penyerahan berlangsung di Aula RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Pembebastugasan Fitriyanto dilakukan setelah sebelumnya ia bersama tim kuasa 
hukumnya menyampaikan klarifikasi

melalui konferensi pers mengenai tudingan  perselingkuhan yang dikaitkan dengan dirinya dan salah satu staf rumah sakit.

Namun, Anang menegaskan bahwa dari sisi administrasi pemerintahan, fokus utama saat  ini adalah memastikan pelayanan rumah sakit tidak terganggu akibat perubahan penugasan  tersebut.

“Yang harus menjadi perhatian bersama adalah keberlangsungan pelayanan. 

Karena itu, Plh diberikan mandat untuk menjaga manajemen, koordinasi internal dan  pelaksanaan berbagai agenda rumah sakit tetap berjalan,” jelas Anang.

Ia meminta seluruh jajaran RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tidak larut dalam situasi transisi  kepemimpinan. 

Baca Juga: Terminal Tipe B Limboto Resmi Dibuka, Dibangun Bertahap dengan Anggaran Rp15,8 Miliar

Profesionalisme harus tetap menjadi pegangan, terutama karena rumah sakit tersebut  melayani kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan rujukan.

Anang mengatakan berbagai program yang telah berjalan tidak boleh terhenti. Koordinasi  antara pimpinan, tenaga kesehatan 

dan seluruh unsur manajemen juga harus tetap terjaga agar operasional rumah sakit  berlangsung efektif.

“Pergantian penugasan ini jangan sampai mengurangi kualitas pelayanan. Semua program yang telah direncanakan harus tetap berjalan, 

sementara koordinasi internal harus diperkuat selama masa transisi,” ungkapnya.

Jeane Istanti Dalie selanjutnya menjalankan tugas sebagai Plh Direktur untuk menjaga  kesinambungan tata kelola rumah sakit. 

Seluruh jajaran juga diminta mendukung proses tersebut agar pelayanan kepada 
masyarakat tetap berlangsung secara optimal.

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinkes P2KB menempatkan kesinambungan 
pelayanan

sebagai perhatian utama selama masa transisi kepemimpinan RSUD dr. Hasri  Ainun Habibie.(Mg-03).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo rsud RSUD Hasri Ainun Habibie Direktur Baru selingkuh