Gorontalopost, PINOGU – Deru motor trail menggantikan suara baling-baling helikopter dalam perjalanan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menuju Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango.
Selasa (22/9/2026), Gusnar bersama Sekdaprov Sofian Ibrahim, pimpinan OPD dan unsur Forkopimda memilih menggunakan ojek warga untuk menembus jalur menuju Pinogu.
Baca Juga: Iwan Adam Lantik 32 Pejabat Pohuwato, Camat hingga Direktur RSUD Bumi Panua Dapat Amanah Baru
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Gusnar ingin melihat langsung seperti apa akses yang selama ini harus dilalui masyarakat Pinogu untuk keluar dan masuk wilayah mereka.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kunjungan kerja pertama Gusnar ke Pinogu. Ia juga menjadi gubernur kedua yang tercatat pernah melakukan kunjungan langsung ke daerah tersebut setelah Rusli Habibie.
Jika Rusli Habibie mencapai Pinogu menggunakan helikopter, Gusnar justru memilih perjalanan darat dengan kendaraan roda dua milik warga.
“Sempat ada usulan agar saya menggunakan helikopter karena lebih cepat. Tetapi saya memilih jalur darat supaya bisa merasakan sendiri kondisi masyarakat dan mengetahui secara langsung panjang serta tingkat kesulitan jalan dan jembatan menuju Pinogu,” kata Gusnar.
Perjalanan tersebut bukan perjalanan biasa. Pada kondisi musim kering saja, perjalanan dengan motor membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam.
Jalurnya melewati kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), dengan medan perbukitan dan hutan.
Kendaraan roda empat belum dapat menjangkau wilayah Pinogu sehingga motor menjadi sarana utama masyarakat.
Tantangan semakin berat ketika musim hujan tiba. Tanah yang menjadi lunak membuat motor trail harus bekerja lebih keras untuk melewati jalur yang sulit.
Sebelum masuk lebih jauh ke kawasan TNBNW, rombongan singgah di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur.
Baca Juga: Ismet Mile Rotasi dan Isi Jabatan, 77 Pejabat Bone Bolango Diminta Langsung Tancap Gas
Lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Sabua 4 atau Pondok 4 itu merupakan titik akhir jalan rabat beton dari wilayah Suwawa Timur.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan memasuki jalur hutan menuju Pinogu.
Gusnar kemudian tiba di Jembatan Pohulongo. Ia menggambarkan perjalanan tersebut dalam tiga tahapan yang sama-sama menantang.
“Perjalanan menuju Pinogu saya bagi dalam tiga etape. Yang pertama sulit, yang kedua juga sulit, sementara etape ketiga tantangannya jauh lebih berat,” ujarnya sambil bercanda.
Di ujung Jembatan Pohulongo, terdapat sebuah rumah yang dihuni pasangan suami istri paruh baya. Gusnar menyempatkan diri berkunjung dan berbincang dengan mereka.
Secangkir kopi asli Pinogu kemudian disuguhkan untuk Gusnar dan rombongan. Momen sederhana tersebut menjadi jeda setelah perjalanan panjang melewati medan hutan.
Sesampainya di kawasan permukiman, Gusnar tidak hanya membawa rombongan pemerintahan. Sejumlah bantuan juga disiapkan untuk masyarakat.
Gubernur meninjau pembangunan fasilitas SMA 1 Pinogu yang menelan anggaran Rp 2,7 miliar. Para siswa juga menerima bantuan alat olahraga dan tas.
Sementara bagi masyarakat, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) diberikan kepada 329 kepala keluarga.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan ikan tuna dan cakalang sebanyak 100 kilogram.
Di bidang kesehatan, masyarakat Pinogu mendapat pelayanan kesehatan gratis dengan menghadirkan dokter spesialis.
Kedatangan Gusnar kemudian tidak hanya menjadi agenda pemerintahan, tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung realitas kehidupan masyarakat di wilayah yang aksesnya masih terbatas.
Di sepanjang perjalanan, warga dan siswa berdiri menyambut rombongan. Sesampainya di Pinogu, Camat Ramdan Mile bersama pemangku adat
menyambut Gusnar melalui prosesi Mopotilolo sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat yang baru pertama kali datang ke daerah tersebut.(gpd-05).
Editor : Azis Manansang