Gorontalopost, PAGUYAMAN – Misteri menyelimuti penemuan kerangka manusia di
sebuah perkebunan tebu di Desa Bongo Tua, wilayah perbatasan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Kamis (24/9/2026).
Kerangka dalam kondisi tidak utuh itu ditemukan di antara rerumputan kering. Bagian tengkorak dan beberapa tulang terlihat berada di sekitar lokasi sehingga memicu perhatian warga dan kemudian beredar luas melalui media sosial.
Baca Juga: Kuota 294 Sambungan Listrik Menanti Warga Bone Bolango, Kecamatan Diminta Bergerak Cepat
Kabar tersebut mendapat perhatian aparat setelah laporan mengenai temuan itu diterima Polres Boalemo.
Saat dikonfirmasi, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan penemuan yang diduga kerangka manusia.
“Informasi mengenai penemuan tersebut benar adanya,” ujar pihak Polres Boalemo.
Untuk memastikan temuan tersebut, Tim Inafis Polres Boalemo kemudian mendatangi lokasi.
Petugas melakukan TPTKP, olah TKP, pemeriksaan serta identifikasi awal terhadap
kerangka yang ditemukan.
Namun hingga saat ini, belum ada informasi mengenai identitas maupun jenis kelamin kerangka tersebut.
Polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap siapa sosok di balik temuan itu.
Kepolisian menyebut dua pekerja penebang tebu sebagai saksi yang mengetahui penemuan tersebut.
Baca Juga: Bawa Dua Agenda Besar ke Jakarta, Rum Pagau Dorong Revitalisasi Sekolah dan SNT di Boalemo
Keduanya adalah Kadir S. Kino (51) dan Hasan I. Kuku (40), yang sama-sama tercatat
sebagai warga Desa Lakeya, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.
Kondisi kerangka yang tidak utuh membuat proses identifikasi masih terus dilakukan.
Polisi juga belum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun latar
belakang keberadaan kerangka di lokasi.
Sejumlah kemungkinan masih terbuka, termasuk apakah kerangka tersebut merupakan korban tindak pidana, korban kecelakaan,
orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, atau meninggal karena sebab lain. Kepastian mengenai hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan.
Untuk menjaga lokasi tetap steril, personel gabungan Polsek Paguyaman dan Polsek
Wonosari telah memasang garis polisi di sekitar tempat penemuan.
Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu proses identifikasi dan penyelidikan
kepolisian berlanjut.(Mg-07/Hen).