Gorontalopost, GORONTALO – Senja yang seharusnya menjadi waktu anak-anak kembali ke rumah berubah menjadi awal kecemasan bagi keluarga Anggara dan Firman.
Dihimpun dari sejumlah sumber, kedua bocah berusia 11 tahun itu tak kunjung pulang pada Minggu (11/10/2026),
Baca Juga: Kekeringan di Tilango, BPBD Gorontalo Salurkan 9.000 Liter Air Bersih ke Tiga Desa
hingga orang tua dan warga Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota
Gorontalo, berupaya mencari keberadaan mereka.
Keduanya akhirnya ditemukan meninggal dunia di sungai setempat pada malam hari.
Keterangan dari tim SAR mengungkap bahwa sebelum kejadian, Anggara dan Firman
sedang mandi dan bermain di sungai bersama seorang teman sekitar pukul 14.00 Wita.
Di tengah kegiatan tersebut, satu anak pergi ke warung untuk membeli sesuatu.
Ketika kembali ke sungai, ia mendapati kedua temannya sudah tidak berada di lokasi.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Gorontalo, Halidin La Bidu, menyebut anak tersebut kemudian memilih pulang karena tidak menemukan Anggara dan Firman.
Namun, kejadian itu tidak segera disampaikan kepada pihak keluarga. Hingga malam tiba, keberadaan kedua bocah tersebut belum diketahui.
Baca Juga: Empat Kepala Biro Baru Dilantik, Gusnar Ismail Tekankan Kerja Keras dan Respons Cepat
Kecemasan keluarga dan warga pun berujung pada pencarian yang dimulai setelah Magrib.
Laporan masyarakat diterima tim SAR sekitar pukul 21.30 Wita.
Petugas kemudian menuju lokasi dan menyisir area sungai untuk menemukan kedua korban.
Sekitar pukul 22.15 Wita, tim menemukan korban pertama. Pencarian tidak berhenti
sampai di situ.
Berselang sekitar 21 menit, korban kedua ditemukan pada pukul 22.36 Wita, di lokasi yang tidak jauh dari titik penemuan pertama.
Menurut Halidin, saat ditemukan, Anggara dan Firman sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat setempat.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang