Gorontalopost.Id, WONOSARI - Menekan peningkatan dan pencegahan meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian bekerjasama dengan Pemkab Boalemo.
Menggelar kegiatan komunikasi informasi edukasi (KIE) di Desa Pangeya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo.kemarin.
Baca Juga: Kepsek SDN 13 Paguat Gorontalo Polisikan Oknum Ortu Siswa Aniaya Guru
Menurut Averus Zainuddin Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang bersamaan dengan gelaran pasar murah yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo disambut antusias masyarakat.
"Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular.
Baca Juga: Balihonya Ditertibkan Bawaslu Ketua DPRD Kota Mengamuk
Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya,"ungkapnya.
Dijelaskannya Penyakit mulut dan kuku tidak ditularkan ke manusia (bukan penyakit zoonosis), sehingga daging dan susu aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Pimpin Apel Awal Bulan Pj.Sekda Boalemo Tekan Etos Kerja ASN
"Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan angka kesakitan 100% yang ditandai.
Dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku dengan angka kematian tinggi pada hewan rentan muda/anakan,” kata Averus.
Baca Juga: Barang Bukti 888,5 Liter Miras Diserahkan Dit Narkoba ke Dit Tahti Polda Gorontalo
Lewat kegiatan KIE PMK kata Averus Zainuddin, perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit mulut dan kuku yang sampai dengan saat ini masih menjadi momok bagi masyarakat peternak.
Averus Zainuddin juga menyampaikan hal yang penting terkait penanganan terhadap penyakit mulut dan kuku antara lain pentingnya vaksinasi dan penandaan ternak sapi.
“Apabila ditemukan kasus penyakit pada ternak segera melapor kepada dinas yang membidangi fungsi peternakan,” tutur Averus Zainuddin.
Baca Juga: DPM-PTSP Kabupaten Gorontalo Jemput Bola Layanan Pengurusan Izin Usaha
Menurutnya pelayanan kesehatan hewan dan vaksinasi ini adalah gratis bagi seluruh masyarakat peternak.
Di akhir kegiatan KIE Averus Zainuddin menyampaikan bahwa sinergitas pelayanan masyarakat ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan. (Hendris).
Editor : Azis Manansang