Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Polres Boalemo Klarifikasi Insiden Keributan Marten Cs Terkait Penertiban PET

Azis Manansang • Kamis, 5 Juni 2025 | 02:47 WIB

 

 

Kasi Humas Polres Boalemo  Ipda Oyong Abas.(F:Hms-pol)
Kasi Humas Polres Boalemo Ipda Oyong Abas.(F:Hms-pol)


Gorontalopost,  TILAMUTA – Polres Boalemo melalui Kasi Humas Ipda Oyong Abas memberikan klarifikasi terkait insiden.

Keributan yang melibatkan seorang pengusaha tambang bernama Marten dan rekannya HS di Mapolres Boalemo, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga: Kapolres Boalemo Dilaporkan ke Propam, Pengusaha Tambang Tuding Ada Intimidasi

Menurut keterangan resmi, keributan tersebut berawal dari kegiatan penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Di bantaran sungai Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Ahmad Fahri, S.IK pada Selasa (3/6/2025).

Langkah preventif ini dilakukan menyusul keresahan warga terhadap aktivitas tambang ilegal yang dianggap mengganggu lingkungan dan ketertiban.

Namun di lokasi, petugas mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang dipimpin Marten dan HS.

Keduanya disebut mencoba menghalangi kegiatan sosialisasi dengan mempertanyakan legalitas petugas, termasuk meminta dokumentasi surat tugas.

Baca Juga: Studio Pembelajaran MTs Negeri 1 Gorontalo Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Kami sudah membawa surat tugas resmi yang ditandatangani Kasat Reskrim. Tapi tetap dipertanyakan dan disikapi secara emosional,” terang Ipda Oyong.

Ketegangan berlanjut pada sore harinya sekitar pukul 15.00 WITA, ketika Marten dan HS mendatangi Mapolres Boalemo.

Mereka disebut datang dengan nada tinggi dan menunjukkan sikap arogan saat meminta penjelasan langsung dari Kasat Reskrim.

Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi, S.IK kemudian turun tangan untuk meredakan situasi.

Namun suasana sempat memanas karena Marten dan HS dianggap bersikap kasar, bahkan menyebut-nyebut nama pejabat Polda sebagai bentuk tekanan terhadap petugas.

Baca Juga: Aksi Koboi di Kantor Dinsos Gorontalo ASN Ditodong Pistol, Viral di Medsos, Pelaku Diamankan Polisi

“Suasana sempat tegang karena pihak mereka menyampaikan ancaman akan membawa masalah ini ke Polda.

Namun akhirnya situasi bisa dikendalikan lewat pendekatan mediasi,” kata Oyong.

Polres Boalemo menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan di lapangan telah sesuai prosedur dan bersifat humanis.

Penertiban PETI merupakan upaya perlindungan terhadap masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dari aktivitas tambang ilegal. (Fik).

Editor : Azis Manansang
#tambangilegal #Gorontalo #PETI #penegakan hukum #propam polda #insiden #Polres Boalemo