Gorontalopost, DULUPI – Dampak bencana longsor yang terjadi pada 9 Juni 2025 di Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, masih membayangi kehidupan warga.
Hingga kini, tumpukan material longsor yang menutup jalan utama desa belum juga dievakuasi karena keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Diduga Beking Miras, Wali Kota Gorontalo Beri Sanksi Pindahkan Oknum Satpol PP ke Keluraan Kramat
Kepala Desa Tangga Barito, Husin Pomolango, membenarkan kondisi tersebut.
Ia mengatakan bahwa pemerintah desa belum bisa menyewa alat berat lantaran tidak memiliki cukup dana.
“Betul, sejak kejadian tanggal 9 itu belum ada evakuasi tanah longsor.
Kami terkendala biaya untuk menyewa alat berat,” jelas Husin saat dikonfirmasi, Kamis (19/6/2025).
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di saat warga tengah memasuki musim panen.
Jalan utama yang tertutup longsor menjadi penghambat utama mobilitas hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Baca Juga: Kasus Mobil DM 3 B, Kuasa Hukum Syam T. Ase Tegaskan Belum Ada Jual Beli Resmi
“Sekarang sedang musim panen, tapi distribusi hasil kebun tersendat gara-gara jalan belum dibuka,” keluh Dedy, salah satu warga desa.
Tak hanya itu, proyek infrastruktur berupa pemasangan tiang listrik menuju KM 43 pun ikut terganggu.
“Ada pengangkutan tiang listrik yang harusnya lewat jalan itu.
Tapi karena longsor belum dibersihkan, jadinya tertunda juga,” tambah seorang kepala dusun yang enggan disebut namanya.
Warga berharap ada perhatian cepat dari pemerintah kabupaten atau provinsi, khususnya dalam bentuk bantuan alat berat dan dukungan logistik.
Agar aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur bisa kembali berjalan normal.(hendris)
Editor : Azis Manansang