Gorontalopost, GORONTALO – Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan daerah tidak boleh terus-menerus bergantung pada dana transfer pusat.
Menurutnya, kemandirian fiskal hanya bisa diwujudkan jika daerah mampu menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.
Pesan itu disampaikan Rum Pagau saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, kemarin.
Dalam forum tersebut, Rum menekankan percepatan sistem digitalisasi keuangan dan layanan publik daerah sebagai kunci optimalisasi pajak dan retribusi.
“Kemandirian fiskal bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Kita harus berani berinovasi dengan digitalisasi agar PAD bisa benar-benar dimaksimalkan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bakal melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap capaian pajak dan retribusi daerah.
Tidak hanya itu, berbagai sumber PAD baru pun akan terus digali agar Boalemo semakin lepas dari ketergantungan dana pusat.
Senada dengan itu, Kepala BPKPD Boalemo, Taufik Kumali, dalam laporannya menyebut salah satu fokus utama TP2DD adalah elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
Upaya ini mencakup peningkatan kanal pembayaran digital, perluasan kerja sama dengan lembaga keuangan, hingga sinergi bersama penyedia layanan sistem pembayaran.
Pertemuan yang dihadiri perangkat daerah pengelola retribusi dan perbankan selaku mitra RKUD ini ditutup.
Baca Juga: Gusnar–Idah Wujudkan Janji Politik, Salurkan Bantuan UMKM Rp 1,6 Miliar di Kota Gorontalo
Dengan komitmen bersama memperkuat transformasi digital demi pengelolaan PAD yang ebih transparan, efektif, dan berkelanjutan.(Fik).
Editor : Azis Manansang