Gorontalopost, TILAMUTA — Suasana di lingkungan **DPRD Kabupaten Boalemo** tampak tenang meski kedatangan tim Kejaksaan Negeri Tilamuta pada Selasa (14/10/2025).
Untuk melakukan pengumpulan dokumen terkait penyidikan dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.
Baca Juga: Pelantikan Anak Kandung Dalam Team Kerja Bupati Vs Isu Bagi bagi Proyek : Nalar APH Sedang Di uji
Alih-alih menimbulkan ketegangan, proses tersebut berlangsung secara terbuka dan penuh kerja sama, menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mendukung penegakan hukum yang transparan.
Sekretaris DPRD Boalemo, Ulkia Kiu, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima langsung kedatangan tim kejaksaan.
Menurutnya, dokumen yang diminta cukup spesifik dan mencakup laporan keuangan, rencana kerja, serta berkas internal sekretariat yang berkaitan langsung dengan proses penyidikan.
“Kami menerima tim Kejaksaan dengan terbuka. Semua dokumen yang mereka perlukan disiapkan tanpa ada yang ditutupi,” ujarnya kepada awak media.
Lebih lanjut, Ulkia menjelaskan bahwa sikap kooperatif tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan.
Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, yang meminta seluruh jajarannya untuk bersikap proaktif dalam membantu aparat penegak hukum.
“Ketua DPRD telah menegaskan agar tidak ada satu pun pihak di sekretariat yang menghalangi proses hukum. Semua harus terbuka, karena kita ingin lembaga ini bersih,”
tegasnya.
Langkah transparan DPRD ini dinilai sebagai sinyal kuat kepada publik bahwa parlemen Boalemo ingin menegakkan integritas dan menjauhkan diri dari praktik penyimpangan
anggaran.
Dengan membuka akses penuh terhadap dokumen yang diminta, DPRD berharap penyidikan yang dilakukan Kejaksaan dapat segera menemukan titik terang dan
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Gorontalo, Ridwan Monoarfa Usulkan H.B. Jassin Jadi Pahlawan Nasional
mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
Tim penyidik Kejaksaan dikabarkan telah membawa sejumlah bundel dokumen penting dari ruang Sekretariat DPRD untuk diperiksa lebih lanjut.
Publik kini menantikan langkah lanjutan dari penegak hukum terkait penetapan tersangka,
sementara DPRD Boalemo berharap langkah transparan ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif daerah.(FIk).
Editor : Azis Manansang