Gorontalopost, TILAMUTA – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus bergerak mengejar target pemenuhan kuota 270 siswa untuk program Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Wonosari.
Namun di balik semangat besar tersebut, pemerintah menemukan sejumlah tantangan unik saat melakukan penjaringan calon peserta didik.
Bupati Boalemo Rum Pagau mengungkapkan bahwa tim pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali
dalam beberapa hari terakhir turun langsung ke berbagai desa untuk menjaring siswa dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2.
Langkah itu dilakukan agar program tepat sasaran dan dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di lapangan, pemerintah mendapati persoalan sosial dan psikologis yang cukup beragam. Ada anak yang ingin mengikuti program pendidikan tersebut tetapi tidak mendapat izin dari orang tua.
Sebaliknya, ada pula orang tua yang sangat berharap anaknya masuk Sekolah Rakyat, namun sang anak justru menolak.
Meski menghadapi berbagai kendala, Pemerintah Kabupaten Boalemo tetap optimistis target kuota dapat terpenuhi.
Sosialisasi dan pendekatan persuasif terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat besar yang ditawarkan program tersebut.
"Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin secara menyeluruh.
Kami yakin dengan kerja sama semua pihak, kuota yang diberikan pemerintah pusat dapat terpenuhi dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Boalemo," kata Rum Pagau.
Pemerintah daerah juga menjadwalkan tes kesehatan bagi calon siswa pada 20 Juni mendatang sebagai tahapan lanjutan seleksi peserta.(Mg-07).
Editor : Azis Manansang