Gorontalopost, TILAMUTA – Ketersediaan air bersih yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam menyusun arah pembangunan daerah.
Hal itu tercermin dalam pembahasan Laporan Antara Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) yang digelar di Tapadaa Beach, Jumat (26/6/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur
legislatif, organisasi perangkat daerah,
Perumda Tirta Boalemo, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga tenaga ahli penyusun dokumen.
Tujuannya adalah menyempurnakan rancangan RISPAM sebelum memasuki tahap laporan akhir.
Kepala Bidang Cipta Karya PUPRPKP Boalemo, Irfan Pomanto, ST, menjelaskan bahwa dokumen laporan antara merupakan gambaran sementara hasil penyusunan RISPAM yang sedang berjalan.
Dokumen tersebut menjadi instrumen penting untuk mengukur perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi berbagai kebutuhan yang harus diakomodasi dalam perencanaan.
Dalam forum tersebut, sejumlah masukan strategis menjadi perhatian.
Kepala Dinas Sosial PMD menyoroti pentingnya penyediaan sumber air baku yang memadai guna mendukung operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 Boalemo di Kecamatan Wonosari.
Tak hanya itu, Ketua Fraksi NasDem DPRD Boalemo, Arman Nawai, meminta penjelasan lebih rinci mengenai strategi pencapaian target layanan air minum yang tertuang dalam dokumen.
Sementara pihak PUPRPKP melalui Kabid SDA mengingatkan agar target
cakupan layanan sebesar 94 persen dikaji secara realistis sesuai kondisi lapangan.
Menjawab berbagai masukan tersebut, Tenaga Ahli Penyusunan RISPAM, Iwan Gunawan, ST, MT, memastikan kebutuhan air untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 Boalemo telah diperhitungkan dan akan disuplai melalui SPAM Wonosari.
Terkait strategi implementasi, ia menegaskan bahwa seluruh skenario dan tahapan telah disusun secara komprehensif dalam dokumen perencanaan.
"Semua hal yang berhubungan dengan tahapan dan strategi diuraikan dalam bab
tersebut yang akan kami sampaikan pada pembahasan laporan akhir," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Boalemo, Supandra Nur, ST, menyampaikan
arahan khusus dari Bupati Boalemo
agar dokumen RISPAM memasukkan potensi pemanfaatan Sungai Paguyaman sebagai sumber air baku utama dengan kapasitas mencapai 500 liter per detik.
Menurutnya, keberadaan dokumen RISPAM menjadi semakin strategis karena kebutuhan air bersih yang terus meningkat,
terutama setelah Boalemo ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar secara berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari Josef, perwakilan SDA Provinsi Gorontalo, yang menilai
komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo
dalam menyusun RISPAM sebagai langkah positif untuk menjamin pelayanan air minum masyarakat dan keberlangsungan Perumda Tirta.
"Kami dari balai bertugas mendampingi langsung daerah dalam Penyusunan RISPAM. Silahkan dan tidak perlu sungkan untuk meminta pendampingan kami dari balai," ucapnya. (Mg-07).
Editor : Azis Manansang