Gorontalopost, JAKARTA – Keheningan menyelimuti Taman Makam Pahlawan Kalibata saat Bupati Boalemo Rum Pagau berdiri di sisi pusara almarhum Rachmat Gobel.
Di tengah taburan bunga yang memenuhi makam, tersimpan kenangan panjang tentang persahabatan, perjuangan, dan cita-cita membangun daerah yang pernah mereka rajut bersama.
Baca Juga: Hadiri Wisuda UMGO, Wabup Tonny Junus Dorong Lulusan Jadi Motor Pembangunan Kabupaten Gorontalo
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh haru bagi Rum Pagau. Ia mengaku masih merasakan kehilangan besar
atas wafatnya tokoh yang selama ini dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan Gorontalo, khususnya Kabupaten Boalemo.
“Beliau bukan hanya tokoh nasional. Di hati kami, beliau adalah keluarga. Kehilangan ini sangat berat, karena kami kehilangan sosok yang selalu memikirkan masa depan
Boalemo,” ujar Rum Pagau.
Menurutnya, selama hidup, Rachmat Gobel tidak hanya dikenal sebagai tokoh nasional dan wakil rakyat, tetapi juga sosok yang selalu membuka ruang diskusi
dan memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah. Banyak gagasan dan rencana besar yang lahir dari komunikasi intens antara keduanya.
“Kami memiliki banyak rencana besar yang ingin diwujudkan bersama untuk membangun Kabupaten Boalemo.
Namun, Allah SWT punya kehendak lain, dan kami ikhlas menerima ketetapan-Nya,” tutur Rum Pagau.
Rum Pagau menilai, jejak pengabdian almarhum akan terus dikenang masyarakat karena dampaknya dirasakan langsung dalam berbagai sektor pembangunan.
Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Heledulaa Utara Terpecahkan, Polisi Tetapkan Cucu Korban Sebagai Pelaku
Ia pun bertekad meneruskan semangat perjuangan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. Baginya, sosok Rachmat Gobel mungkin telah berpulang,
namun nilai-nilai keteladanan dan dedikasinya akan terus hidup dalam perjalanan
pembangunan Boalemo.(Mg-07).