Gorontalopost, PAGUYAMAN – Jagat media sosial di Boalemo sempat dihebohkan
dengan beredarnya video perkelahian yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 4 Satap Paguyaman.
Video tersebut memperlihatkan pertikaian antara seorang pelajar dan seorang anak yang sudah tidak lagi bersekolah.
Viralnya rekaman itu memicu reaksi dari keluarga salah satu pihak. Dalam situasi yang dipenuhi emosi,
Baca Juga: Pemkab Gorontalo Kenang Almarhum Rachmat Gobel dengan Tadarus Al-Qur’an dan Doa Khusus Hari Ketujuh
orang tua dari salah satu siswa mendatangi rumah pihak lainnya hingga terjadi tindakan pemukulan menggunakan tangan terbuka pada bagian wajah.
Melihat potensi konflik yang bisa berkembang lebih jauh, Bhabinkamtibmas Polsek
Paguyaman segera melakukan langkah penyelesaian melalui program Problem Solving.
Kedua belah pihak diundang untuk memberikan keterangan sekaligus mengikuti proses mediasi.
Dalam pertemuan tersebut, polisi mengedepankan pendekatan persuasif dengan
mengutamakan musyawarah dan nilai-nilai kekeluargaan.
Upaya tersebut berhasil meredam ketegangan dan membuka ruang dialog antara kedua pihak yang berselisih.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa
memperpanjang konflik.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan Pemerintah Desa Bongo IV sebagai bentuk penyelesaian resmi.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi persoalan, terlebih jika melibatkan anak-anak.
Dengan mengedepankan komunikasi dan musyawarah, setiap masalah dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik baru.
Kegiatan mediasi yang berlangsung hingga pukul 12.20 WITA itu berjalan aman dan
kondusif,
mencerminkan peran Polri sebagai pengayom masyarakat yang mengedepankan
pendekatan humanis dalam penyelesaian masalah sosial.(Mg-07).