Gorontalopost, TILAMUTA — Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai menyusun langkah menghadapi agenda besar pemerintahan desa.
Meski Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak baru dijadwalkan pada 2028, persiapan teknis mulai dibahas agar pelaksanaannya tidak berlangsung terburu-buru.
Hal tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Tim Pembina Desa Pemda Kabupaten Boalemo yang digelar di Ruang Vicon Kantor Bupati Boalemo.
Baca Juga: Gorontalo Siapkan Rencana Besar Hadapi Bencana, BPBD Gandeng OPD hingga Kabupaten/Kota
Dalam rapat itu, pemerintah daerah juga membahas rencana pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terpilih dalam pemilihan serentak pada Juli 2026.
Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali mengungkapkan, pelantikan anggota BPD tersebut direncanakan digelar secara serentak.
Pemkab bahkan telah menyiapkan lokasi alternatif untuk pelaksanaan agenda tersebut, yakni kawasan wisata Pantai Bolihutuo, Kecamatan Botumoito.
“Pelantikan BPD kami rencanakan dipusatkan di Pantai Bolihutuo. Untuk waktunya, saat ini kami menyiapkan dua opsi, yakni 18 atau 19 September,” ujar Lahmuddin.
Selain mematangkan agenda pelantikan, pemerintah daerah mulai melihat lebih jauh kebutuhan persiapan menuju Pilkades serentak 2028.
Menurut Lahmuddin, waktu pelaksanaan yang masih dua tahun lagi bukan alasan untuk menunda persiapan.
Justru, sejumlah persoalan teknis perlu disiapkan sejak awal, terutama yang berkaitan dengan transisi kepemimpinan desa.
Baca Juga: Kekeringan dan Karhutla Mengancam Gorontalo, Pemprov Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari
Persiapan dini diharapkan dapat mengurangi potensi kendala ketika seluruh tahapan Pilkades mulai memasuki pelaksanaan.
“Walaupun Pilkades baru dilaksanakan pada 2028, hal-hal teknis sudah harus kita
persiapkan dari sekarang.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana proses transisi kepemimpinan di desa nantinya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Agenda pemerintahan desa di Boalemo juga tidak berhenti pada Pilkades. Pemkab turut mempersiapkan rencana pemekaran lima wilayah yang ditargetkan menjadi desa baru.
Berdasarkan data Pemkab Boalemo, wilayah pertama adalah Desa Mebongo yang
direncanakan dimekarkan dari Desa Botumoito, Kecamatan Botumoito.
Selanjutnya terdapat Desa Batu Wapi yang merupakan pemekaran dari Desa Pangeya, Kecamatan Wonosari.
Dua wilayah lainnya, yakni Desa Tamilo dan Desa Longgi, masuk dalam rencana pemekaran dari Desa Saritani, Kecamatan Wonosari.
Sementara satu wilayah lainnya adalah Desa Barito Puncak yang direncanakan merupakan pemekaran dari Desa Barito, Kecamatan Dulupi.
Rencana pemekaran tersebut menjadi bagian dari dinamika penataan pemerintahan desa di Kabupaten Boalemo.
Bersamaan dengan itu, Pemkab juga terus menyiapkan agenda kelembagaan desa melalui pelantikan BPD serta persiapan menuju Pilkades serentak.
Dengan langkah yang mulai disusun jauh sebelum pelaksanaan Pilkades, pemerintah daerah berharap seluruh proses pemerintahan desa dapat berlangsung lebih tertib.
Persiapan sejak dini juga diharapkan mampu memastikan transisi kepemimpinan dan penataan wilayah desa berjalan sesuai kebutuhan daerah.(Mg-07)
Editor : Azis Manansang