Gorontalopost, TILAMUTA — Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali mengajak HimpunanMahasiswa Islam (HMI) Cabang Boalemo menjadi bagian dari proses pembangunan daerah.
HMI tidak hanya diharapkan aktif dalam kehidupan demokrasi, tetapi juga ikut
mengawal kebijakan publik dan program pemerintah.
Ajakan itu disampaikan Lahmudin saat menghadiri Pelantikan Pengurus HMI Cabang Boalemo Periode 2026–2027 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Ismet Mile Minta Posyandu Tak Sekadar Rutinitas, Pelayanan Warga Harus Merata
Lahmudin terlebih dahulu menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap kepercayaan yang diberikan kepada mereka dapat dijawab dengan
tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurut Lahmudin, keberadaan HMI di Boalemo harus mampu memberikan warna positif bagi iklim demokrasi dan pembangunan daerah.
Organisasi mahasiswa tersebut diharapkan menjadi mitra yang kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Lahmudin juga membeberkan sejumlah program strategis pemerintah pusat yang kini hadir di Boalemo.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menarik program dan anggaran dari pemerintah pusat agar dapat mempercepat pembangunan di daerah.
“Sekarang ini, Pak Bupati sedang melakukan langkah-langkah, bagaimana anggaran yang ada di pusat itu harus ada di Boalemo,” kata Lahmudin.
Baca Juga: Sofyan Puhi Bakar Final Sepak Takraw Gorontalo, Bonus Set Pertama Jadi Suntikan Semangat
Ia menyebut salah satu program yang telah terbangun adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Selain itu, pembangunan Batalyon juga sementara dilaksanakan dengan anggaran awal sebesar Rp 60 miliar.
Program pembangunan lainnya datang melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Lahmudin menyebut Boalemo mendapatkan delapan KNMP yang tersebar di enam kecamatan.
“Tujuh sementara dalam pekerjaan dan satunya hampir selesai yang berada di Desa
Pentadu Barat Kecamatan Tilamuta,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo juga tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Paguyaman. Proyek tersebut direncanakan menelan anggaran Rp350 miliar.
“Insya Allah pembangunannya akan dilaksanakan tahun depan yang menjadi
tanggungjawab Kementerian Pendidikan,” ujarnya.
Lahmudin menilai kehadiran berbagai program strategis tersebut perlu dikawal bersama.
Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam memastikan pembangunan sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, ia mendorong HMI Cabang Boalemo mengambil posisi sebagai mitra
pemerintah
dalam mengawal berbagai kebijakan. Peran tersebut diharapkan dilakukan melalui kritik, pengawasan dan masukan yang konstruktif.
“Olehnya itu, melalui kesempatan ini, diharapkan HMI menjadi mitra kerja yang
konstruktif bagi pemerintah daerah, terutama dalam mengawal kebijakan publik,” tandas Lahmudin.
Pelantikan pengurus HMI Cabang Boalemo Periode 2026–2027 tersebut pun menjadi momentum
untuk memperkuat hubungan antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Boalemo.(Mg-07).
Editor : Azis Manansang