Semangat Tak Kenal Usia, 29 Ibu Lansia Tapadaa Raih Gelar Wisuda di Boalemo

Azis Manansang • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 22:41 WIB

 

Sebanyak 29 ibu lanjut usia (lansia) resmi mengikuti wisuda setelah menjalani pendidikan di Sekolah Lansia Berkah Tapadaa. (F:Prokopim)
Sebanyak 29 ibu lanjut usia (lansia) resmi mengikuti wisuda setelah menjalani pendidikan di Sekolah Lansia Berkah Tapadaa. (F:Prokopim)

Gorontalopost, TILAMUTA – Semangat belajar puluhan perempuan lanjut usia di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, berbuah manis. 

Sebanyak 29 peserta Sekolah Lansia Berkah Tapadaa resmi diwisuda dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Grand Amalia, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Jumat (25/9/2026).

Wisuda tersebut dihadiri Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., MM.

Baca Juga: Kasus Persetubuhan Anak di Gorontalo Terungkap, Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo Dr. Robert Pauweni, S.KM., M.Kes, Kepala Dinas Sosial dan PMD Syarifudin Lamusu, SE., MM, serta Kepala Desa Tapadaa.

Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap program pendidikan bagi kelompok lanjut usia. 

Bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo, Sekolah Lansia memiliki peran dalam mendorong para lansia tetap aktif, sehat dan mandiri.

Lahmudin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tapadaa dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. 

Ia menilai keberhasilan 29 peserta menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

“Wisuda ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk belajar tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut. 

Para ibu telah memberikan contoh bahwa usia bukan alasan untuk berhenti mengembangkan potensi diri,” kata Lahmudin.

Baca Juga: Viral Owner Kedai MIB Digerebek Bersama Istri Anggota Polisi di Penginapan Gorontalo

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar aktivitas pembelajaran. 

Program tersebut diharapkan mampu membangun kualitas hidup lansia melalui pembekalan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari kesehatan fisik, kesehatan mental, spiritual hingga kehidupan sosial menjadi bagian dari pengetahuan yang diberikan kepada para peserta selama mengikuti pendidikan.

“Sekolah Lansia kita harapkan mampu melahirkan lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mandiri, produktif dan tetap memiliki peran di tengah keluarga serta masyarakat,” ungkapnya.

Lahmudin kemudian mengajak para peserta yang telah diwisuda untuk tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri. 

Para lansia diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus membawa kebiasaan positif ke lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ia mendorong peserta membagikan semangat hidup sehat, menjaga pola pikir positif dan menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan di tengah keluarga serta masyarakat.

“Setelah menyelesaikan pendidikan ini, jadilah sumber semangat bagi orang-orang di sekitar. 

Tularkan kebiasaan hidup sehat dan cara berpikir positif kepada keluarga maupun tetangga,” ujarnya.

Lahmudin berharap program tersebut terus memberikan manfaat bagi para lansia di Desa Tapadaa. 

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung terwujudnya lansia sehat dan tangguh.

Baca Juga: Tiga Personel Satbrimob Polda Gorontalo Dicopot, Seragam Polri Ditanggalkan dalam Upacara PTDH

“Semoga pengetahuan yang didapat selama pendidikan membawa kesehatan yang lebih baik, kebahagiaan dan semangat hidup yang panjang. 

Mari kita wujudkan lansia yang sehat dan tangguh untuk mendukung masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.(Mg-07).

Editor : Azis Manansang
Sekolah BKKBN lansia Lahmudin Hambali boalemo gorontalo