Gorontalopost, TILAMUTA — Rumah belum layak, ancaman malaria hingga persoalan data keluarga miskin menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dari tingkat desa.
Bupati Boalemo Rum Pagau meminta kader tidak hanya memahami teori pelayanan dasar, tetapi mampu mengenali dan menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan.
Hal itu disampaikan Rum Pagau saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi Desa Huwongo dan Desa Mustika, Kecamatan Paguyaman, di Hotel Amaris Kota Gorontalo.
Pelatihan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo Ny. Hartati Moha Pagau, S.Pd., M.Si., Camat Paguyaman Iswandi Pagau, S.KM., serta kepala kedua desa.
Menurut Rum, enam SPM merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang harus dipahami pemerintah desa dan para kader.
Ruang lingkupnya mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.
Karena cakupannya bersentuhan langsung dengan kehidupan warga, ia meminta peserta tidak mengikuti pelatihan sekadar untuk memenuhi agenda. Kader diharapkan mampu membawa pengetahuan tersebut menjadi solusi di desa.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta harus mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika menghadapi persoalan warga.
Kader harus tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan masalah pelayanan dasar di desa,” kata Rum.
Salah satu persoalan yang disorot adalah kondisi rumah warga. Rum mengatakan masih ada hunian yang belum memenuhi standar meski dari luar terlihat cukup baik.
Ia mencontohkan rumah yang dihuni bersama oleh orang tua dan anak-anak dalam satu ruang.
Pemerintah Kabupaten Boalemo, lanjutnya, terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah layak huni.
Program tersebut juga berjalan tahun ini dengan adanya partisipasi pemilik rumah sebesar Rp 20 juta untuk setiap unit.
“Target pemerintah adalah mengurangi rumah kumuh secara bertahap. Dengan hunian yang semakin layak, kita berharap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ungkapnya.
Rum kemudian mengingatkan persoalan kesehatan. Kader diminta tidak lengah terhadap potensi penyebaran malaria yang masih terjadi di beberapa wilayah Boalemo, termasuk kawasan yang berdekatan dengan lokasi perkemahan.
Sementara dalam sektor pendidikan, pemerintah telah menyiapkan Sekolah Rakyat di Wonosari untuk masyarakat yang berada dalam kategori desil 1 dan 2. Karena itu, akurasi data menjadi sangat penting.
Rum meminta kader perempuan dan pemerintah desa membantu memastikan keluarga miskin, khususnya warga miskin ekstrem yang memiliki anak, tercatat sesuai kondisi sebenarnya.
Ia juga meminta kepala desa memperbaiki data warga yang tidak sesuai kategori.
“Data harus benar-benar menggambarkan kondisi warga. Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya masuk kelompok miskin ekstrem
justru tidak tercatat dalam desil 1 atau 2, sehingga mereka tidak dapat mengakses Sekolah Rakyat Terintegrasi,” tegasnya.
Bupati menilai penguatan kapasitas kader menjadi kunci agar berbagai program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.
Kader yang memahami persoalan di lapangan diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan warga.
Ia menambahkan, pembangunan sekolah berkualitas di daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Dengan begitu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dan dirasakan secara lebih merata.(Mg-07).
Editor : Azis Manansang