Gorontalopost, TILAMUTA – Rasa aman di tempat kerja menjadi sorotan setelah seorang ahli gizi berinisial Ditsy melaporkan dugaan tindakan mengintip
dan merekam dirinya ketika sedang mandi di fasilitas kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.
Baca Juga: Gerbong Mutasi Polda Gorontalo Bergerak, Petrus Silalahi Pimpin Reskrimum
Ditsy mengaku terkejut saat melihat sebuah telepon genggam muncul dari celah ventilasi kamar mandi.
Perangkat yang disebutnya bermerek Samsung Galaxy S24 Ultra itu diduga diarahkan ke tempatnya mandi.
Kejadian tersebut, menurut pengakuan korban, langsung memicu kepanikan karena ia merasa privasinya berada dalam ancaman.
Dalam keterangannya pada Minggu (11/10/2026), Ditsy menceritakan bahwa dirinya
spontan berteriak dan segera menutupi tubuh menggunakan kain.
Setelah itu, ia keluar untuk mencari tahu siapa yang berada di sekitar kamar mandi.
Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV kantor untuk menelusuri keberadaan orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dari rekaman kamera pengawas itu, Ditsy mengaku melihat seorang pria berinisial JM alias Jems berjalan dari arah belakang kantor, tidak jauh dari lokasi kejadian.
JM diketahui berasal dari Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan disebut sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski demikian, dugaan keterlibatan JM masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti.
Baca Juga: Warga Bone Pantai Menanti Pertalite, SPBU Bilungala Tak Terima Pasokan Sejak 14 Juli 2026
Insiden tersebut kemudian dilaporkan Ditsy ke Polres Boalemo. Langkah hukum itu
ditempuh agar dugaan pelanggaran privasi yang dialaminya dapat diselidiki secara
menyeluruh.
Polisi diharapkan menelusuri kronologi kejadian, memeriksa rekaman CCTV, serta
mengumpulkan bukti lain untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang berhasil diperoleh awak media dari Polres Boalemo.
Konfirmasi kepada JM dan Badan Gizi Nasional juga masih diupayakan.(Mg-07).
Editor : Azis Manansang