Karawo dan Upia Karanji Dibidik Naik Kelas, Rum Pagau Jalin Kerja Sama dengan Kemenperin

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:41 WIB

 

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, bersama Kepala BPIFK Kemenperin RI, Dickie Sulistya Aprilyanto, di Denpasar, Bali,(F:Diskominfo)
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, bersama Kepala BPIFK Kemenperin RI, Dickie Sulistya Aprilyanto, di Denpasar, Bali,(F:Diskominfo)

Gorontalopost, BALI – Kain sulam Karawo, kopiah Upia Karanji, dan aneka kerajinan berbahan alam menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif Kabupaten Boalemo. 

Agar produk-produk khas tersebut semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih kuat, Pemerintah Kabupaten Boalemo menjalin kemitraan dengan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Kementerian Perindustrian RI.

Baca Juga: Tonny Junus Sebut Tak Harus Megah, Penting Rakyat Harus Merasakan Manfaatnya

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, bersama Kepala BPIFK Kemenperin RI, Dickie Sulistya Aprilyanto, di Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026). 

Kesepakatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan industri kecil dan menengah (IKM), terutama pelaku usaha yang mengandalkan fesyen dan kerajinan berbasis potensi lokal.

Tidak berhenti pada MoU, kedua pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut ditandatangani Kepala Dinas KUMPERINDAG Kabupaten Boalemo, Abdul Azis Djakatara, 

bersama Dickie Sulistya Aprilyanto sebagai tindak lanjut konkret dari kesepahaman yang telah dibangun.

Bagi para pelaku IKM, pengembangan produk tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membuat barang. 

Desain yang menarik, kualitas yang konsisten, kemampuan mengikuti kebutuhan pasar, serta akses pemasaran turut menentukan peluang produk untuk berkembang. 

Karena itu, kerja sama ini diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi desain, penguatan kualitas, dan perluasan jejaring pemasaran.

Karawo dan Upia Karanji menjadi contoh produk lokal yang diharapkan memperoleh nilai tambah melalui pembinaan tersebut. 

Baca Juga: Pemkab Bone Bolango Dorong Komunikasi Publik Lebih Terbuka dan Layanan Digital

Begitu pula berbagai kriya berbahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. 

Dengan penguatan kapasitas dan akses pasar, produk-produk itu diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Bagi Pemkab Boalemo, kemitraan dengan BPIFK Kemenperin RI merupakan upaya membangun industri kreatif yang berkelanjutan dan memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat. 

Namun, manfaatnya akan sangat ditentukan oleh pelaksanaan program, kesinambungan pendampingan, dan kemampuan pelaku IKM memanfaatkan peluang pasar. 

Jika dijalankan secara konsisten, kerja sama ini dapat menjadi salah satu jalan untuk membawa produk khas Boalemo semakin dikenal dan meningkatkan nilai ekonomi kerajinan daerah.(Mg-07/Fik).

Editor : Azis Manansang
ikm Upiah Karanji Bupati Boalemo karawo gorontalo boalemo gorontalo