TERUS PANTAU : Bupati Bone Bolango Hamim Pou ketika meninjau para Pengungsi. (humas)gorontalopost.co.id, SUWAWA- Pasca banjir dan longsor Bupati Bone Bolango Hamim Pou berharap Warga yang berada di bantaran sungai maupun di muara laut harus bersedia di relokasi ke tempat yanglebih aman. Selain relokasi rumah dan pembuatan tebing atau talud penahan ombak sepanjang 1 kiometer. Bupati juga berharap bantuan pemerintah pusat untuk membantu mengatasinya. "Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai diharapkan bisa segera membangunnya untuk menyelamatkan warga ini," tandasnya.Dari laporan masih terdapat 2.625 jiwa masih mengungsi lantaran rumah mereka dipenuhi material lumpur yang terbawa banjir.Upaya pemerintah Kabupaten Bonebol selain mengirimkan logistik makanan dan obat-obatan. Pemerintah Provinsi kini telah mendirikan dapur umum. Banjir bandang dan longsor juga merusak sejumlah fasilitas umum lainnya, mulai dari jembatan hingga fasilitas perkantoran. Berbagai bangunan seperti Puskesmas, gedung sekolah, jembatan, dan Jalan Trans Sulawesi sepanjang Bone pesisir ikut tertimbun material longsor."Bantuan untuk kami juga sulit untuk tembus diakibatkan jalan yang masih terputus. Ditambah lagi jaringan telekomunikasi juga ikut putus," ungkap warga. Hingga kini mereka masih bertahan di pengungsian, sebab rumah mereka rusak akibat terjangan derasnya luapan air sungai. Mereka tidak hanya kehilangan tempat tinggal, sebagian harta benda mereka juga ikut terbawa arus."Rumah kami sudah rusak, ditambah lagi sebagian harta benda kami hanyut. Bahkan ada beberapa rumah yang hilang bagaikan ditelan bumi," tutur warga di pengungsian.(tr-05) Editor : Administrator