Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pemerintah dan TNBNW Komitmen Bangun Ekosistem Maleo dan Ekowisata

Azis Manansang • Jumat, 15 November 2024 | 23:52 WIB

 

Pjs Bupati Bone Bolango, Budiyanto Sidiki saat memberikan sambutan pada kegiatan   Workshop Konservasi Maleo Melalui Pengembangan Ekowisata Terpadu Berbasis Sumber Daya Alam Hayati . (F. Yudi/Prokop)
Pjs Bupati Bone Bolango, Budiyanto Sidiki saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Konservasi Maleo Melalui Pengembangan Ekowisata Terpadu Berbasis Sumber Daya Alam Hayati . (F. Yudi/Prokop)

Gorontalopost, SUWAWA – Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango bersama Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) komitmen membangun ekosistem maleo dan ekowisata di daerah.

Menurut Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bone Bolango, Budiyanto Sidiki mengatakan, sejak dulu daerah yang dipimpinnya tersebut terus melestarikan Sumber Daya Alam (SDA) hayati sebagai kekuatan tersendiri di Bone Bolango.

Baca Juga: Pj Gubernur Laporkan Kerawanan Kampanye,Wamendagri Nilai Situasi Pilkada di Gorontalo Landai dan Terkendali

“Kita bisa lihat sendiri di Bone Bolango masih terlihat kehijauannya dan patut menjadi pengembangan daerah ekowisata yang tidak bisa terlepaskan dari daerah ini,”kata
Budiyanto Sidiki.

Dalam kegiatan Workshop Konservasi Maleo Melalui Pengembangan Ekowisata Terpadu Berbasis Sumber Daya Alam Hayati yang dilaksanakan di Wadala Stabile Perintis,
Kecamatan Suwawa, Jumat (15/11/2024).

Olehnya itu, ia berharap lewat workshop tersebut terdapat output yang dihasilkan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam khususnya kawasan konservasi daratan dan lautan serta mendesain kebijakan pariwisata untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Hebatkan Gorontalo di Era Tonny-Marten, Mahasiswa Empat Univesitas jadi Perintis Pembangunan Daerah

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Anis Suratin menuturkan, dari luas kawasan Bone Bolango terdapat 74 persen di dalamnya yang merupakan kawasan taman nasional.

Ia juga mengungkapkan di dalam taman nasional tersebut terdapat Burung Maleo yang merupakan burung endemic yang keberadaannya terancam punah dan harus dilindungi.

“Maka dari itu tujuan dilaksanakannya workshop ini guna menyatukan para pelaku wisata dan stakeholder dalam menyusun strategi pengembangkan ekowisata minat khusus
berbasis Sumber Daya Alam hayati,”tuturnya.

Baca Juga: Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Jadi Pedoman Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Aryanto Husain mengapresiasi kegiatan workshop tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut bisa mendorong pariwisata yang berkelanjutan dengan memberi ruang khususnya burung maleo yang menjadi icon ekowisata.

“Dalam rangkaian Festival Maleo ini kita bangga dimana Gorontalo dan Bone Bolango bisa membangun kesepahaman pariwisata yang berkelanjutan dengan membangun ekosistem maleo dan ekowisata,”pungkasnya. (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Taman Nasional Bogani Nani Wartabone #Ekosistem #Bone Bolango #ekowisata #Maleo