Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Razia Malam di Kabila Bone Tuai Protes, Polisi Tegaskan Demi Cegah Miras dan Narkoba

Azis Manansang • Senin, 16 Juni 2025 | 22:44 WIB

 

Operasi tersebut melibatkan pengecekan surat kendaraan, pemakaian helm, sabuk pengaman, hingga pemeriksaan titik-titik rawan yang berpotensi disalahgunakan pelaku kriminal..(F:hms-pol)
Operasi tersebut melibatkan pengecekan surat kendaraan, pemakaian helm, sabuk pengaman, hingga pemeriksaan titik-titik rawan yang berpotensi disalahgunakan pelaku kriminal..(F:hms-pol)


Gorontalopost, KABILA – Suasana Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, pada Sabtu malam (14/6/2025) memanas.

Sejumlah warga melayangkan protes terhadap pelaksanaan razia lalu lintas yang digelar aparat Polres Bone Bolango di sepanjang jalur pesisir tersebut.

Baca Juga: Pemkot Gorontalo Gagal Gelar UKOM, Wali Kota Adhan Dambea Kritik Gubernur Gusnar Ismail

Menyikapi keresahan publik, Wakapolres Bone Bolango, Kompol Karsum Ahmad, SH, menegaskan bahwa operasi malam itu bukan sekadar pemeriksaan kelengkapan kendaraan.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang bertujuan mempersempit ruang gerak pelanggaran hukum di malam hari.

"Kami ingin memastikan wilayah pesisir tetap aman dari ancaman miras, narkoba, hingga potensi pencurian kendaraan.

Jadi bukan hanya soal helm atau SIM, ini tentang keamanan kita bersama," jelas Kompol Karsum.

Operasi tersebut melibatkan pengecekan intensif, mulai dari surat kendaraan, pemakaian helm, sabuk pengaman, hingga pemeriksaan titik-titik rawan yang berpotensi disalahgunakan pelaku kriminal.

Baca Juga: Sembunyikan Sabu di Galon Bensin, Warga Popayato Diringkus di Pos Perbatasan Molosipat

Ditengah ketidaknyamanan sejumlah pengendara yang sempat menggeber motor sebagai bentuk keberatan, Kompol Karsum menegaskan bahwa jajarannya tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami bukan sedang mencari kesalahan, tetapi mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi atas persoalan keamanan.

Tidak ada intimidasi, hanya penegakan hukum yang manusiawi,” tegasnya.

Respons terhadap operasi malam ini ternyata juga mendapat dukungan dari kalangan aktivis.

Iton Popa, tokoh LSM Ampibi Gorontalo, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pencegahan yang sah dan berorientasi pada keselamatan warga.

Baca Juga: Dua Prajurit Yonif 713 Sabet Juara di Pohuwato Half Marathon, Buktikan TNI Tak Hanya Tangguh di Medan Tempur

"Kalau bukan aparat yang turun tangan, siapa lagi? Masyarakat harus memahami bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan setelah terjadi masalah," ungkap Iton.

Senada, Kamil S. Damisi, aktivis muda LSM yang sama, mengajak masyarakat untuk memaknai razia sebagai edukasi publik.

"Hukum itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipatuhi. Justru dengan razia seperti ini, kita belajar arti ketertiban di ruang publik," ujarnya.

Meski diwarnai dinamika di lapangan, Polres Bone Bolango tetap berdiri teguh melaksanakan tugasnya.

Penegakan hukum yang adil dan transparan menjadi komitmen utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya serta potensi kriminalitas lainnya.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #KRYD #lsm #Polres Bone Bolango #antinarkoba #razia malam #lalulintas #operasi polisi #Anti Miras