Gorontalopost, KABILA BONE – Suasana Pantai Kurenai, Sabtu (16/8/2025), menjadi saksi berakhirnya rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo.
Selama lima hari, kegiatan ini berhasil menggabungkan dua hal penting: literasi digital dan pelestarian budaya lokal.
Baca Juga: 50 Beasiswa Kuliah Gratis dari Universitas Bukti Keseriusan PAHAM Majukan SDM Boalemo
Dari lebih 100 pendaftar, hanya 27 generasi muda Gorontalo terpilih yang mengikuti kegiatan ini.
Mereka mendapat pembekalan seputar transaksi digital melalui QRIS, sekaligus diajak mengeksplorasi kekayaan budaya Bone Bolango.
Kepala BI Gorontalo, Bambang Satya Permana, menyebut program ini bukan sekadar sosialisasi pembayaran non-tunai, tetapi juga upaya mempercepat elektronifikasi transaksi di daerah.
“QRIS menjadi alat transaksi yang aman dan praktis. Bone Bolango sendiri sudah menjadi champion dalam penerapan ETPD.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin melek digital sekaligus bangga dengan budayanya,” ungkap Bambang.
Tak hanya dari pihak BI, dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Bupati Ismet Mile menegaskan bahwa transformasi digital sudah menjadi kebutuhan.
Baca Juga: Heboh Pengusaha Bone Bolango Biayai 28 Warga Pergi Umroh, Jadi Inspirasi Sejuta Uma
“Ekonomi digital seperti QRIS membantu memperlancar perputaran keuangan dan mengurangi risiko peredaran uang fisik.
Kegiatan ini penting untuk generasi muda, agar mereka siap bersaing sekaligus tetap cinta budaya daerah,” jelasnya.
Penutupan acara turut dihadiri Wakil Bupati Risman Tolingguhu, Ketua DPRD Faisal Yunus, jajaran Forkopimda, hingga pejabat tinggi Pemkab Bone Bolango.
Semua berharap warisan dari kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang cakap digital, cinta budaya, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Antx)
Editor : Azis Manansang