Gorontalopost, TILONGKABILA — Desa Toto Utara di Kabupaten Bone Bolango menjadi panggung terakhir dari ajang penilaian Desa Antikorupsi Provinsi Gorontalo 2025.
Tim penilai dari Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Menutup rangkaian kegiatan di desa ini sebagai simbol komitmen melawan praktik korupsi dari tingkat akar rumput.
Kehadiran tim disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, bersama para pejabat daerah dan masyarakat setempat.
Iwan menilai, program ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menanamkan nilai integritas di level pemerintahan paling dekat dengan rakyat.
“Kami ingin setiap kepala desa menjadi contoh dalam membangun pemerintahan yang jujur, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Iwan dengan penuh optimisme.
Dalam sesi penilaian, Pemerintah Desa Toto Utara memaparkan berbagai upaya mereka memenuhi indikator desa antikorupsi.
Diskusi intens terjadi antara tim penilai dan perwakilan masyarakat, mulai dari perangkat desa, BPD, hingga tokoh masyarakat.
Tak hanya di ruang rapat, tim juga meninjau langsung dokumen dan fasilitas pelayanan publik untuk memastikan penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas berjalan nyata.
Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penilai,.
Baca Juga: Diterpa Isu Bagi-Bagi Proyek, Pemkab Bone Bolango Tegaskan Transparansi dan Tantang Publik Buktikan
Menyebut Desa Toto Utara sebagai contoh semangat baru dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih.
“Kami berharap program ini tidak berhenti di penilaian saja, tapi menjadi gerakan moral yang berkelanjutan di seluruh desa di Gorontalo,” tutur Misranda.
Dengan berakhirnya kegiatan di Desa Toto Utara, seluruh rangkaian Penilaian Desa Antikorupsi 2025 resmi tuntas.
Hasilnya akan segera dikirim ke KPK RI sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program pada tahun berikutnya.
Gorontalo kini menutup tahun dengan catatan positif: semangat antikorupsi yang tumbuh dari desa untuk Indonesia yang lebih bersih.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang