Gorontalopos, SUWAWA – Dinamika politik di Kabupaten Bone Bolango kembali menghangat.
Sejumlah aksi demonstrasi yang belakangan terjadi, menuai perhatian dari tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: 12 Eks Penderita Kusta di Bone Bolango Kehilangan Bantuan, DPRD Janji Kawal Hingga Tuntas
Ali Sucipto, atau yang akrab disapa OPS, menyerukan agar Bupati Ismet Mile dan Wakil Bupati Risman Tolingguhu.
Tidak terjebak dalam arus tekanan politik, melainkan fokus
pada agenda pembangunan yang menjadi amanah rakyat.
Menurut OPS, aksi-aksi yang melibatkan massa dari luar daerah justru menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat Bone Bolango.
“Kami sebagai warga merasa terusik jika urusan internal daerah malah diwarnai aksi dari pihak luar,” ujar OPS menegaskan dengan nada prihatin.
Ia menilai, situasi semacam ini hanya memperkeruh suasana dan berpotensi memecah belah persatuan.
Lebih lanjut, OPS mengingatkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang tak bisa dipisahkan.
“Mereka dipilih masyarakat secara utuh, bukan untuk saling menjatuhkan,” tuturnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun lewat tagline IRIS (Ismet–Risman) harus diwujudkan dengan kolaborasi, bukan kompetisi politik yang merugikan rakyat.
Ia juga mengingatkan agar tekanan politik lewat demonstrasi tidak dijadikan alat untuk saling serang antar pemimpin daerah.
“Jika aksi-aksi itu terus digerakkan, khawatir akan muncul gesekan antara massa dan warga Bone Bolango yang ingin daerahnya tetap damai,” kata OPS memperingatkan.
Ia menilai stabilitas sosial jauh lebih penting daripada ambisi politik jangka pendek.
Terakhir, OPS menyarankan jika Wakil Bupati Risman memang memiliki niat untuk maju sebagai Bupati, sebaiknya bersabar hingga momentum Pilkada 2029.
“Gunakan empat tahun ke depan untuk belajar dan menimba pengalaman bersama Bupati membangun daerah.
Nanti, saat waktunya tiba, silakan bertarung secara elegan,”
tandasnya.
Dan sebagai penutup OPS meminta agar aksi demo baik itu di Jakarta maupun di Gorontalo dan wilayah Bone Bolango khususnya, dihentikan.
Agar tidak memicu konflik dan menimbulkan korban akibat gesekan dengan masyarakat yang tidak menerima dengan orasi yang mengandung fitnah.
"Sebab Rakyat Bone Bolango butuh kehidupan yang aman dan nyaman.
Sudah cukup saya mengingatkan, namun kenyataannya aksi demo tetap dilakukan, baik itu di Jakarta maupun di Bone Bolango, ini semua ada apa,"tanya OPS.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang