Gorontalopost, SUWAWA — Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan tekadnya untuk melakukan pembenahan menyeluruh pada Perumda Air Minum Tirta Bolango.
Langkah tersebut dinilainya sangat penting karena perusahaan daerah ini.
Baca Juga: Program Bibit Sapi Gorontalo Disorot, Tanpa Regulasi Jelas, Populasi Tak Kunjung Mandir
Merupakan salah satu motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum dimaksimalkan.
Penegasan itu ia sampaikan saat membuka Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon direksi periode 2025–2030.
Dan calon Dewan Pengawas periode 2025–2029 di Hotel Toewawa, Suwawa.
Bupati Ismet menilai proses seleksi merupakan fase krusial untuk memilih pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial kuat.
Profesionalitas tinggi, dan integritas yang bisa dipertanggungjawabkan.
Bupati Ismet menyoroti bahwa Tirta Bolango memiliki potensi besar sebagai sumber PAD, namun tersendat oleh lemahnya tata kelola.
Ia menegaskan bahwa kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh “nahkoda” yang memimpin.
“Selama manajemennya tidak kuat, potensi ini tidak akan bisa muncul ke permukaan,” ujarnya dengan tegas.
Ia optimistis PDAM dapat tumbuh pesat jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Baca Juga: Bupati Sofyan, Jadikan HUT ke-352 sebagai Start Percepatan RPJMD 2025–2029
Pemerintah daerah disebutnya siap memberikan dukungan penuh, termasuk merancang ulang pola pengelolaan dan membuka peluang kerja sama dengan investor.
Selain itu, ia menyoroti tantangan berat seperti jumlah sambungan rumah yang baru sekitar 4.000.
Sementara pegawai mencapai 80 orang—kondisi yang menuntut efisiensi dan keberanian dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi, Yusbar Ismail, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka melalui media massa dan elektronik.
Dari tujuh pendaftar calon direksi, lima dinyatakan memenuhi syarat administrasi, sementara satu calon Dewan Pengawas juga dinyatakan layak.
Mereka menjalani UKK yang terdiri dari psikotes, penulisan makalah, presentasi rencana bisnis, wawancara, sampai penelusuran rekam jejak.
Panitia seleksi sendiri berjumlah 11 orang yang melibatkan unsur psikolog, pejabat daerah, profesional independen, dan OPD terkait.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang