Gorontalopost, LIMBOTO – Sebuah gagasan menarik muncul dalam upaya mengembangkan pencak silat di Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah daerah mendorong penggunaan nama-nama tokoh sejarah lokal sebagai identitas event pencak silat guna memperkuat promosi budaya daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mencontohkan nama POPA
yang dikenal dalam sejarah Gorontalo sebagai raja sekaligus pendekar.
Menurutnya, penggunaan nama tokoh lokal dalam turnamen atau kejuaraan dapat menjadi sarana efektif mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
Tidak hanya itu, Sugondo juga melihat peluang besar untuk menggabungkan pencak silat
dengan berbagai atraksi budaya khas Gorontalo.
Pertunjukan seni tradisional seperti Longgo dan unsur budaya lainnya dinilai dapat memperkaya kemasan sebuah event sehingga lebih menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Banyak negara berhasil menjadikan seni bela diri sebagai magnet wisata. Gorontalo juga
memiliki peluang yang sama melalui pencak silat yang dipadukan dengan kekayaan
budaya lokal,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara olahraga dan budaya, Pemerintah Kabupaten Gorontalo
berharap pencak silat mampu berkembang
menjadi ikon daerah yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan. (Mg-05).
Editor : Azis Manansang