Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kompak Perpat Matangkan Semarak Apangi ke-9, Pemuda dan Perempuan Jadi Motor Penggerak

Azis Manansang • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:44 WIB
Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan 

(Kompak Perpat) Kelurahan Pauwo dan Tumbihe resmi mematangkan pelaksanaan Semarak Apangi ke-9 yang akan digelar dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah.(F:DKmfo)
Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan (Kompak Perpat) Kelurahan Pauwo dan Tumbihe resmi mematangkan pelaksanaan Semarak Apangi ke-9 yang akan digelar dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah.(F:DKmfo)

Gorontalopost, KABILA – Semangat kebersamaan menyambut Tahun Baru Islam kembali bergema di Kecamatan Kabila. Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan (Kompak Perpat) Kelurahan Pauwo dan Tumbihe 

resmi mematangkan pelaksanaan Semarak Apangi ke-9 yang akan digelar dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat perbatasan tersebut dipersiapkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di kediaman Mislan Tomelo, Kelurahan Tumbihe.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia mengusung tema “Semangat Asyura, Tradisi Apangi, Sinergi Ukhuwah dalam Keberagaman Masyarakat”, 

sebagai refleksi pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Kompak Perpat Kabila, Suleman Adadau, menegaskan bahwa tradisi Apangi bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media memperkuat solidaritas sosial dan gotong royong warga.

Ia menyebut keterlibatan generasi muda dan kaum perempuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Semarak Apangi tahun ini.

“Peran pemuda dan perempuan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. 

Karena itu, Bidang P2KP kami libatkan secara aktif sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan,” kata Suleman.

Rangkaian acara nantinya akan diisi dengan doa bersama, zikir, penyampaian hikmah Asyura, lomba hadrah, hingga hiburan Islami yang melibatkan masyarakat setempat.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia akan menggalang dana secara terbuka melalui swadaya masyarakat, dukungan tokoh masyarakat, donatur, serta sponsor yang tidak mengikat.

Gerakan pengumpulan dana akan dimulai pada 19 Juni 2026 melalui penyebaran proposal dan pengoperasian kotak amal di sejumlah titik.

Semarak Apangi ke-9 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda keagamaan yang menyedot perhatian masyarakat, 

dengan kehadiran unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang akan menikmati tradisi makan kue apangi bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Kabila Bone #Bonebol #kue apangi #budaya