Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menuju Generasi Emas 2045, Bone Bolango Perangi Perkawinan Anak, Pekerja Anak dan ATS

Azis Manansang • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:24 WIB
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Perkawinan Anak, Pekerja Anak, dan Anak Tidak Sekolah (F:Diskmfo)
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Perkawinan Anak, Pekerja Anak, dan Anak Tidak Sekolah (F:Diskmfo)

Gorontalopost, GORONTALO – Upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, daerah ini terus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang masih mengancam tumbuh kembang anak.

Tiga isu utama yang menjadi fokus penanganan saat ini adalah perkawinan anak, pekerja anak, dan anak tidak sekolah (ATS). 

Ketiganya dinilai memiliki dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan jika tidak ditangani secara komprehensif.

Baca Juga: Polres Pohuwato Limpahkan Tersangka Kasus BBM Subsidi Diduga untuk Tambang Ilegal ke Kejari

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat 
membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Perkawinan Anak, 

Pekerja Anak, dan Anak Tidak Sekolah yang digelar di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pengadilan Agama Suwawa 

dan Dinas Sosial P3APPKB mengenai Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026.

Iwan Mustapa menegaskan bahwa investasi terbesar dalam pembangunan daerah adalah memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya secara penuh, 

mulai dari pendidikan, perlindungan, kesehatan hingga lingkungan tumbuh yang aman dan mendukung.

“Anak adalah aset terbesar bangsa sekaligus penentu masa depan kita semua. Karena itu, pemenuhan hak-hak dasar anak merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan bersama,” kata Iwan.

Baca Juga: Gusnar Paparkan Terobosan Program Rumah dan Sertifikat Gratis, Gorontalo Dapat Tambahan 2.000 BSPS

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. 

Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi kebutuhan mutlak dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang masih terjadi.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari lembaga peradilan, sekolah, keluarga, 

organisasi masyarakat hingga dunia usaha diperlukan agar perlindungan anak dapat berjalan secara maksimal.

“Ketiga persoalan ini harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar, tumbuh 

dalam lingkungan yang aman, dan memiliki masa depan yang lebih baik,”tandasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap angka perkawinan anak, pekerja anak, 

dan anak tidak sekolah dapat ditekan secara bertahap demi melahirkan generasi yang siap bersaing di masa depan.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
#PERLINDUNGAN ANAK #anak tidak sekolah #Bonebolango #GenerasiEmas2045 #perkawinan