Gorontalopost, GORONTALO – Upaya Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai menunjukkan hasil positif.
Program yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional itu kini semakin banyak dimanfaatkan masyarakat setelah sebelumnya menghadapi tantangan pada masa awal pelaksanaan.
Baca Juga: Boalemo Dapat Tambahan 4 Kampung Nelayan, Lahmuddin Hambali Temui Menteri KKP di Jakarta
Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat membuka kegiatan
Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Bone Bolango di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, program pemeriksaan kesehatan gratis bukan sekadar memenuhi target pemerintah pusat,
tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui deteksi dini.
“Awal-awal pelaksanaannya memang masih rendah. Namun Alhamdulillah, berkat konsolidasi yang baik oleh Dinas Kesehatan
bersama seluruh puskesmas, capaian kita terus meningkat. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,”ujar Iwan.
Ia menilai pola pikir masyarakat mengenai kesehatan perlu terus diubah agar tidak hanya datang berobat ketika sakit,
tetapi juga melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
“Jangan sampai masyarakat datang ke puskesmas atau rumah sakit saat sudah sakit. Upaya pencegahan
dan deteksi dini inilah yang menjadi fondasi dasar dalam menjaga kesehatan masyarakat,”tegasnya.
Baca Juga: Menuju Generasi Emas 2045, Bone Bolango Perangi Perkawinan Anak, Pekerja Anak dan ATS
Dalam evaluasi tersebut, Iwan turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor kesehatan,
termasuk penonaktifan ribuan peserta BPJS Kesehatan yang dapat memengaruhi akses layanan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Karena itu, Program CKG dinilai menjadi salah satu solusi penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis pencegahan.
Kabar menggembirakan datang dari sejumlah puskesmas yang berhasil mencatat capaian tinggi.
Puskesmas Kabila, Bone, Kabila Bone, dan Toto Utara menjadi yang terdepan dengan capaian lebih dari 50 persen target pelaksanaan.
Meski begitu, Sekda meminta seluruh puskesmas yang masih tertinggal untuk segera meningkatkan kinerja dan memanfaatkan momentum pada semester kedua tahun ini.
“Juli dan Agustus merupakan momentum yang sangat baik karena banyak kegiatan masyarakat berlangsung.
Tahun ajaran baru sekolah juga sudah dimulai. Ini harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan gratis, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat di desa-desa,”katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan,
tetapi membutuhkan dukungan aktif pemerintah desa, kecamatan, sekolah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Masyarakat masih ada yang takut diperiksa karena berbagai stigma. Karena itu kepala puskesmas tidak boleh bekerja sendiri.
Libatkan kepala desa, camat, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat,”ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan terus memperhatikan kebutuhan pelaksanaan program,
termasuk tenaga kesehatan, sarana pendukung, alat kesehatan, serta kebutuhan operasional lainnya.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Karena itu seluruh pihak harus bergerak bersama memastikan program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan optimal
dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Bone Bolango,”pungkas Iwan.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang