Gorontalopost, SUWAWA – Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat mengajak seluruh aparatur sipil negara
menjadikan inovasi sebagai solusi menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Iwan saat membuka Bimbingan Teknis dan Workshop Penyusunan Inovasi Daerah di Aula Tolopani Bappeda Litbang Bone Bolango, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini berada pada situasi yang menuntut kemampuan beradaptasi secara cepat.
Di tengah kemampuan fiskal yang terbatas, masyarakat justru mengharapkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas.
“Kita tidak boleh berhenti melayani hanya karena alasan anggaran. Justru di situlah
inovasi harus hadir sebagai solusi,”tegas Sekda Iwan Mustapa.
Iwan menjelaskan bahwa budaya inovasi harus menjadi karakter utama birokrasi modern.
Setiap perangkat daerah dituntut mampu menghadirkan terobosan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,
baik dalam bentuk penyederhanaan layanan, efisiensi kerja, maupun pemanfaatan teknologi.
Ia menilai inovasi tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga membantu pemerintah daerah mencapai target pembangunan secara lebih efektif.
Dalam kesempatan itu, Iwan turut menyoroti persoalan dokumentasi kinerja ASN.
Menurutnya, masih banyak pegawai yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam bekerja, namun hasil kerjanya belum terdokumentasi secara baik sehingga sulit diukur dalam sistem evaluasi.
Karena itu, digitalisasi menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang modern, transparan, dan akuntabel.
Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berencana menjadikan inovasi sebagai salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja ASN dan organisasi perangkat daerah.
“Untuk memperkuat budaya inovasi, Pemkab Bone Bolango akan menjadikan inovasi sebagai salah satu indikator penilaian kinerja organisasi dan individu ASN.
Bahkan ke depan, targetnya tidak lagi sekadar satu OPD satu inovasi, tetapi satu pejabat satu inovasi.
Kalau setiap pejabat melahirkan satu inovasi setiap tahun, maka akan lahir ratusan solusi untuk menjawab berbagai persoalan daerah,”ujar Iwan.
Ia optimistis apabila semangat inovasi terus tumbuh di lingkungan birokrasi, maka berbagai tantangan pembangunan daerah dapat diatasi dengan lebih cepat dan efektif.
Selain itu, pelayanan publik yang semakin baik akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone Bolango membangun ekosistem birokrasi yang inovatif, kolaboratif,
dan adaptif dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang