Video Pengantaran Komputer ke Kantor Desa Toto Utara Buka Dugaan Baru, Pengadaan APBDes 2025 Dipertanyakan

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:33 WIB

 

Kantor Desa Toto Utara Kecamatan Tilongkabola Bone Bolango (F:dok)
Kantor Desa Toto Utara Kecamatan Tilongkabola Bone Bolango (F:dok)

Gorontalopost, TILONGKABILA – Sebuah video yang memperlihatkan pengantaran komputer dan laptop ke Kantor Desa Toto Utara membuka babak baru dalam polemik pengelolaan keuangan desa tersebut. 

Perangkat yang diduga berasal dari pengadaan APBDes Tahun Anggaran 2025 itu justru baru diserahkan pada 2026.

Video yang beredar memperlihatkan Kepala Desa Toto Utara nonaktif, Ramla Djafar, 
bersama suaminya membawa satu unit komputer dan satu unit laptop ke kantor desa pada Selasa (28/7/2026). 

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo Resmi Beroperasi, 270 Siswa Angkatan Pertama Mulai Belajar

Momen tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai waktu realisasi pengadaan barang yang telah lebih dahulu dibayarkan menggunakan anggaran tahun sebelumnya.

Informasi dari Bendahara Desa Toto Utara, Vatra Mahmud, menyebutkan bahwa 
pengadaan komputer senilai Rp13,6 juta dianggarkan pada November 2025, 

sementara laptop senilai Rp12 juta dialokasikan pada Desember 2025. Kedua paket pengadaan tersebut dikerjakan oleh CV Husini Jaya.

"Pembayaran kepada penyedia sudah dilakukan pada Tahun Anggaran 2025, tetapi 
barangnya baru diterima pada tahun berikutnya," ungkap Vatra.

Tidak hanya soal waktu penyerahan, bendahara juga mengaku menemukan sejumlah hal yang patut dipertanyakan setelah perangkat diterima. 

Ia menyebut spesifikasi barang diduga tidak sesuai dengan dokumen pengadaan, sementara kondisi kemasannya sudah tidak utuh.

Baca Juga: Hadiri Rakorwil TPKAD, Sofyan Puhi Perkuat Akses Pembiayaan UMKM, Petani dan Nelayan di Gorontalo

"Saat kami lakukan pengecekan, spesifikasi perangkat berbeda dari yang direncanakan. 

Dus pembungkusnya juga sudah dalam kondisi sobek," jelasnya.

Adanya jeda antara pembayaran dan penyerahan barang, ditambah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, dinilai menjadi persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. 

Publik berharap aparat pengawas internal maupun aparat penegak hukum dapat memastikan seluruh tahapan pengadaan berlangsung sesuai regulasi, 

sehingga tidak menimbulkan kerugian terhadap keuangan desa maupun negara.(Mg-05)

Editor : Azis Manansang
Pengadaan Barang dan Jasa Bone Bolango tilongkabila komputer PEMKAB BONE BOLANGO