SNT 6 Bone Bolango Bukan Sekadar Sekolah Baru! 80 Siswa Disiapkan Jadi Generasi Unggul dan Calon Pemimpin

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:27 WIB
Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Nasional Terintegrasi di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026). (F.Indra/Diskominfo)
Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Nasional Terintegrasi di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026). (F.Indra/Diskominfo)

Gorontalopost, TILONGKABILA – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango tak ingin  sekadar menyandang status sebagai sekolah baru. 

Sejak awal berdiri, sekolah ini langsung  memasang standar tinggi dengan menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai salah satu fondasi utama.

Bukan sembarang guru yang dipercaya mengisi ruang-ruang pembelajaran SNT 6. 

Baca Juga: Detik-Detik Tragedi Berdarah di Kotamobagu Bolmong, Honda Jazz Lepas Kendali, 8 Penonton Tewas

Sebanyak 12 tenaga pendidik yang kini bertugas merupakan hasil seleksi nasional 
yang menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi keguruan di Indonesia.

Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, mengatakan para tenaga pendidik 
tersebut sebelumnya harus melewati proses seleksi yang diikuti ribuan pelamar.

Mereka yang lolos kemudian mendapat pembekalan langsung dari Kementerian Pendidikan Nasional.

“Guru-guru yang ditempatkan di SNT 6 merupakan lulusan terbaik dari perguruan tinggi  keguruan. 

Mereka melewati seleksi nasional yang cukup ketat sebelum kemudian  mendapatkan pembekalan dari kementerian,” kata Surahmat saat ditemui pada  pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 6 di BPMP Provinsi 
Gorontalo, Senin (10/8/2026).

Menurut Surahmat, kualitas guru tidak akan berhenti dinilai setelah mereka dinyatakan  lolos seleksi. 

Kinerja dan kemampuan para pendidik akan terus dipantau agar standar pelayanan pendidikan di SNT 6 tetap terjaga.

“Kami tidak hanya menempatkan mereka, tetapi juga memastikan kualitas dan 
performanya terus dimonitor. 

Baca Juga: RSUD ZUS Gorontalo Utara Ingatkan Pengunjung Pakai Masker di Tengah Cuaca Ekstrem

Tujuannya agar layanan pendidikan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelasnya.

Menariknya, dari 12 tenaga pendidik tersebut, tidak seluruhnya berasal dari Gorontalo. 

Hanya empat orang yang merupakan putra daerah Provinsi Gorontalo, sedangkan delapan  lainnya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Komposisi tersebut merupakan konsekuensi dari mekanisme rekrutmen yang dilakukan  secara nasional.

Sistem itu, kata Surahmat, dirancang untuk membuka peluang seluas- luasnya sekaligus mendapatkan tenaga pendidik dengan kualitas terbaik.

“Karena proses rekrutmennya berskala nasional, guru yang terpilih juga datang dari 
berbagai daerah. 

Prinsipnya, siapa pun yang memenuhi kualifikasi memiliki kesempatan  yang sama untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.

Untuk tahap awal, ke-12 tenaga pendidik tersebut menjalankan tugas sebagai tenaga  pendamping pembelajaran. 

Surahmat menegaskan, istilah tersebut berkaitan dengan status kepegawaian dan tidak berarti peran mereka berbeda dengan guru dalam proses pembelajaran.

“Mereka menjalankan fungsi pembelajaran seperti guru pada umumnya.

Penyebutan  tenaga pendamping pembelajaran lebih berkaitan dengan status kepegawaian dan bentuk  penugasannya,” tambahnya.

Baca Juga: Posyandu Angkasa Lombongo Bidik Juara Lomba Tingkat Provinsi, Bone Bolango Bawa Modal Inovasi

Pemerintah juga direncanakan kembali membuka seleksi tenaga pendidik dengan status  kepegawaian yang lebih permanen pada akhir tahun 2026.

Namun, ambisi SNT 6 Bone Bolango tidak berhenti pada penyediaan guru berkualitas. 

Sekolah ini diproyeksikan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak, bukan hanya untuk  mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kompetensi, minat, bakat,  kreativitas, hingga kemampuan berkarya.

Surahmat mengatakan arah tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan visi 
Presiden dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses anak- anak dari berbagai daerah.

“Kami ingin memastikan visi Presiden benar-benar diterjemahkan dalam program 
sekolah. Anak-anak dari mana pun harus mendapatkan kesempatan memperoleh layanan  pendidikan terbaik,” katanya.

Karena itu, pola pendidikan di SNT 6 akan dirancang secara menyeluruh. Peserta didik  tidak hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, 

tetapi juga pembinaan kompetensi, pengembangan minat dan bakat, serta penguatan kemampuan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat di masa depan.

Menariknya, SNT 6 juga tidak hanya mengandalkan kurikulum nasional. Kekayaan lokal  dan budaya daerah akan dipadukan dengan wawasan internasional untuk menciptakan  pengalaman belajar yang lebih luas.

Sebelum menerapkan konsep tersebut, pihak sekolah telah melakukan benchmarking  atau studi tiru ke sejumlah sekolah terbaik di Indonesia. 

Langkah itu dilakukan untuk mempelajari pola pengelolaan dan layanan pendidikan yang dinilai berhasil, termasuk sekolah dengan standar pelayanan internasional.

“Kami belajar dari sekolah-sekolah terbaik melalui benchmarking. Dari sana kami 
melihat bagaimana mereka memberikan layanan pendidikan berkualitas, 

termasuk yang sudah memiliki standar internasional, lalu hal-hal yang baik akan kami adaptasi sesuai kebutuhan SNT 6,” ungkap Surahmat.

Kehadiran SNT 6 juga menjadi catatan penting bagi Bone Bolango karena merupakan  SNT pertama di daerah tersebut.

Sekolah ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan  Sekolah Nasional Terintegrasi yang kini tersebar di 17 titik di Indonesia.

Surahmat berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memutus persoalan yang selama ini  dihadapi sebagian anak daerah. 

Mereka yang memiliki potensi dan ingin memperoleh  pendidikan berkualitas tidak lagi harus meninggalkan Gorontalo hanya karena keterbatasan pilihan sekolah dengan layanan unggulan.

“Kami ingin anak-anak terbaik Bone Bolango dan Gorontalo tidak perlu pergi jauh 
hanya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. SNT 6 hadir untuk membuka 
kesempatan itu di daerah sendiri,” pungkasnya.

Dengan fondasi tenaga pendidik hasil seleksi nasional, pengembangan kurikulum yang  memadukan potensi lokal dan wawasan global, serta perhatian pada bakat dan kompetensi  siswa, 

SNT 6 Bone Bolango kini membawa misi lebih besar: membuktikan bahwa 
anak-anak daerah juga bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi tanpa harus 
meninggalkan Gorontalo.(Mg-05)

Editor : Azis Manansang
calon pemimpin mpls Pendidikan Bone Bolango sekolah unggulan