Debit Air Menurun Saat Kemarau, Strategi Perumda Tirta Bolango Agar Warga Tak Kekurangan Air

Azis Manansang • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:38 WIB

 

Daerah dengan tekanan rendah atau gangguan aliran menjadi salah satu prioritas dalam pengaturan distrubusi air bersih.(F:PDAM)
Daerah dengan tekanan rendah atau gangguan aliran menjadi salah satu prioritas dalam pengaturan distrubusi air bersih.(F:PDAM)

Gorontalopost, SUWAWA — Ancaman berkurangnya pasokan air bersih mulai diantisipasi  Perumda Tirta Bolango seiring memasuki musim kemarau. 

Debit sumber air yang menurun berdampak langsung terhadap kemampuan produksi di  sejumlah instalasi pengolahan air.

Akibatnya, tekanan air di beberapa jaringan pelayanan ikut melemah. Bahkan pada jam- jam tertentu, aliran air ke pelanggan tidak dapat berjalan sebagaimana kondisi normal.

Baca Juga: Bongohulawa Bersiap Jadi Pusat Kegiatan Pramuka, Tiga Agenda Besar Digelar 25-30 Agustus

Namun, Perumda Tirta Bolango memastikan pelayanan tidak akan begitu saja dihentikan. 

Berbagai langkah disiapkan untuk menjaga agar masyarakat tetap memperoleh pasokan air  di tengah keterbatasan sumber air.

Direktur Perumda Tirta Bolango Lanny D.C. Ambouw, SE, menyebut strategi tersebut 
dijalankan sesuai arahan Bupati Bone Bolango Drs. H. Ismet Mile, MM. 

Pemerintah daerah meminta pelayanan dasar berupa air bersih tetap diberikan meskipun  kondisi sumber air mengalami penurunan.

Salah satu langkah cepat yang ditempuh adalah mengoperasikan mobil tangki air bersih. 

Armada tersebut diarahkan ke wilayah yang mengalami gangguan aliran atau penurunan  tekanan, sehingga warga tetap memiliki akses terhadap air.

Perumda juga menjadikan kebocoran jaringan sebagai perhatian utama. Di tengah 
terbatasnya produksi,

Baca Juga: Gempa Teluk Tomini M 5,1 Dirasakan di Gorontalo, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

setiap kehilangan air harus ditekan agar volume air yang berhasil  diproduksi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Petugas lapangan pun ditingkatkan pemantauannya terhadap jaringan perpipaan. Setiap  laporan kebocoran yang berpotensi mengganggu pelayanan akan segera ditindaklanjuti  melalui perbaikan.

Tak hanya mengandalkan distribusi, Perumda Tirta Bolango juga mengoptimalkan sumber air serta instalasi pengolahan yang masih mampu beroperasi. Kapasitas produksi  disesuaikan dengan debit yang tersedia.

Pengaturan distribusi kemudian dilakukan untuk memastikan pasokan yang terbatas dapat  menjangkau wilayah pelayanan secara optimal.

Daerah dengan tekanan rendah atau  gangguan aliran menjadi salah satu prioritas dalam pengaturan tersebut.

“Kami memahami masyarakat membutuhkan kepastian pasokan air. Karena itu, berbagai  langkah terus kami jalankan agar pelayanan tidak berhenti,

termasuk memaksimalkan  produksi, menekan kebocoran, mengatur distribusi dan memberikan layanan melalui mobil  tangki,” kata Lanny.

Di tengah kondisi tersebut, pelanggan juga diminta mengambil bagian dengan 
menggunakan air secara bijak. Perumda mengimbau masyarakat menyimpan air sebagai  cadangan ketika aliran sedang normal.

Perumda Tirta Bolango berharap kerja sama antara perusahaan dan pelanggan dapat  membantu menghadapi tekanan selama musim kemarau.

Permohonan maaf juga  disampaikan atas gangguan dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat.

Dengan seluruh strategi tersebut, Perumda Tirta Bolango menegaskan komitmennya untuk  tetap memberikan pelayanan air bersih

dengan sumber daya yang tersedia, meski kondisi  musim kemarau membuat tantangan distribusi semakin besar.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
perumda PDAM Tirta Bone Bolango air bersih Ismet Mile