Gorontalopost, SUWAWA — Ancaman berkurangnya pasokan air bersih mulai diantisipasi Perumda Tirta Bolango seiring memasuki musim kemarau.
Debit sumber air yang menurun berdampak langsung terhadap kemampuan produksi di sejumlah instalasi pengolahan air.
Akibatnya, tekanan air di beberapa jaringan pelayanan ikut melemah. Bahkan pada jam- jam tertentu, aliran air ke pelanggan tidak dapat berjalan sebagaimana kondisi normal.
Baca Juga: Bongohulawa Bersiap Jadi Pusat Kegiatan Pramuka, Tiga Agenda Besar Digelar 25-30 Agustus
Namun, Perumda Tirta Bolango memastikan pelayanan tidak akan begitu saja dihentikan.
Berbagai langkah disiapkan untuk menjaga agar masyarakat tetap memperoleh pasokan air di tengah keterbatasan sumber air.
Direktur Perumda Tirta Bolango Lanny D.C. Ambouw, SE, menyebut strategi tersebut
dijalankan sesuai arahan Bupati Bone Bolango Drs. H. Ismet Mile, MM.
Pemerintah daerah meminta pelayanan dasar berupa air bersih tetap diberikan meskipun kondisi sumber air mengalami penurunan.
Salah satu langkah cepat yang ditempuh adalah mengoperasikan mobil tangki air bersih.
Armada tersebut diarahkan ke wilayah yang mengalami gangguan aliran atau penurunan tekanan, sehingga warga tetap memiliki akses terhadap air.
Perumda juga menjadikan kebocoran jaringan sebagai perhatian utama. Di tengah
terbatasnya produksi,
Baca Juga: Gempa Teluk Tomini M 5,1 Dirasakan di Gorontalo, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
setiap kehilangan air harus ditekan agar volume air yang berhasil diproduksi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Petugas lapangan pun ditingkatkan pemantauannya terhadap jaringan perpipaan. Setiap laporan kebocoran yang berpotensi mengganggu pelayanan akan segera ditindaklanjuti melalui perbaikan.
Tak hanya mengandalkan distribusi, Perumda Tirta Bolango juga mengoptimalkan sumber air serta instalasi pengolahan yang masih mampu beroperasi. Kapasitas produksi disesuaikan dengan debit yang tersedia.
Pengaturan distribusi kemudian dilakukan untuk memastikan pasokan yang terbatas dapat menjangkau wilayah pelayanan secara optimal.
Daerah dengan tekanan rendah atau gangguan aliran menjadi salah satu prioritas dalam pengaturan tersebut.
“Kami memahami masyarakat membutuhkan kepastian pasokan air. Karena itu, berbagai langkah terus kami jalankan agar pelayanan tidak berhenti,
termasuk memaksimalkan produksi, menekan kebocoran, mengatur distribusi dan memberikan layanan melalui mobil tangki,” kata Lanny.
Di tengah kondisi tersebut, pelanggan juga diminta mengambil bagian dengan
menggunakan air secara bijak. Perumda mengimbau masyarakat menyimpan air sebagai cadangan ketika aliran sedang normal.
Perumda Tirta Bolango berharap kerja sama antara perusahaan dan pelanggan dapat membantu menghadapi tekanan selama musim kemarau.
Permohonan maaf juga disampaikan atas gangguan dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat.
Dengan seluruh strategi tersebut, Perumda Tirta Bolango menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan air bersih
dengan sumber daya yang tersedia, meski kondisi musim kemarau membuat tantangan distribusi semakin besar.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang